Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (26/7). Dalam keterangannya, Sebby mengatakan ultimatum itu merupakan pernyataan Komandan Operasi Umum TPNPB, Mayor Jenderal Lekagak Telenggen, yang disebut disampaikan dari markas TPNPB di Ilaga, Kabupaten Puncak.
Seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) telah diperintahkan untuk menindak pejabat pemerintahan maupun warga sipil yang dinilai membantu aparat keamanan dengan menjadi agen intelijen pemerintah Indonesia,” kata Sebby.
“Kami pastikan bahwa tiga warga sipil yang tewas di Kabupaten Yahukimo pada 20–21 Juli 2026 merupakan agen intelijen militer Indonesia. Tindakan tersebut dilakukan personel TPNPB Kodap XVI Yahukimo bersama TPNPB Kodap III Ndugama Derakma berdasarkan bukti yang mereka miliki,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Sebby menyebut perjuangan TPNPB di 36 Kodap dilakukan untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. Kami siap eksekusi mati terhadap pihak-pihak yang mereka tuding mendukung pemerintah Indonesia,” tutup Sebby. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…