Categories: BERITA UTAMA

Tak Harus Demo, Warga Cukup Bawa Bukti Otentik

*Bupati Jayapura Terkait Demo Korban Bencana Banjir Bandang 2019 

SENTANI-Aksi demo yang dilakukan berulang kali oleh masyarakat yang mengaku sebagai korban bencana banjir bandang 2019 terkait dengan pengelolaan dana hibah bencana dari BNPB senilai Rp 275 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura akhirnya ditanggapi oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE., M.Si.
Kepada wartawan di Sentani, Selasa (27/7) kemarin, Bupati Awoitauw menerangkan bahwa sesungguhnya terkait dengan pengelolaan dana bencana di Kabupaten Jayapura sudah sesuai mekanisme dan prosedur. Hanya saja dia mengakui memang ada keterlambatan dalam hal penyerapan atau pemanfaatan dana hibah tersebut.

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu berharap masyarakat korban bencana banjir bandang seharusnya tidak perlu melakukan aksi demonstrasi apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini.
“Saya berharap persoalan ini sebenarnya tidak perlu demo-demo. Dong bawa  bukti saja, yang otentik. Terus ketemu dengan Pemda barang sudah clear,” jelas Bupati Awoitauw.
Menurutnya, kalaupun suara-suara atau teriakan-teriakan dari masyarakat terkait dengan pengelolaan dana bencana tersebut, jika tidak disertai dengan bukti yang tidak jelas, justru tidak akan pernah selesai. Apalagi kata dia pengelolaan dan pemanfaatan anggaran tersebut diawasi langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Bahkan terkait dengan hasil pemeriksaan BPK sudah diserahkan kepada DPRD Kabupaten Jayapura. 

Sehubungan dengan itu tidak ada masalah administrasi atau kerugian negara, hanya saja ada kesalahan administrasi. Sehingga harus diperbaiki dalam masa waktu 90 hari dan itu juga sudah diperbaiki oleh pemerintah Kabupaten Jayapura.”Jadi saya minta mereka besok harus bawa data, yang kalian ribut itu apa,” ujarnya.

Bupati Awoitauw juga menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan korban bencana banjir bandang 2019 itu ditunggangi oleh beberapa aktor politik yang ada di Kabupaten Jayapura.

“Sebenarnya saya bisa minta Kapolres untuk membubarkan aksi itu, karena kita sedang dalam masa pandemi Covid-19. Tapi kita hargai itu, supaya orang puas juga. Tapi kita jaga jangan sampai masuk kantor,” tambahnya.(roy/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 minutes ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 hour ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

2 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

3 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

4 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

5 hours ago