

Jenazah Enal (32) korban penembakan di GOR DPR Kabupaten Deiyai saat akan diterbangkan ke kampung halamannya Barru, Provinsi Sulawesi Selatan via Bandara Waghete, Kabupaten Deiyai menuju Bandara Mozes Kilangin Timika, Senin (27/6). (FOTO: Humas Polda Papua)
JAYAPURA – Kekerasan bersenjata terhadap warga sipil kembali terjadi di Kabupaten Deiyai. Seorang warga bernama Enal (32) akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya usai ditembak. Polisi menyebut jika pelakunya berasal dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Korban tewas saat bermain badminton di GOR DPR Kabupaten Deiyai, Minggu (26/6) sekira pukul 21.34 WIT. Korban diketahui bekerja sebagai pedagang yang tinggal di Distrik Waghete, Kabupaten Deiyai.
Saat kejadian, ia tengah berolahraga bermain badminton dan sekira pukul 21.34 WIT terdengar bunyi tembakan yang mengenai korban. Meski sempat bertahan, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya saat dalam perjalanan ke rumah sakit.
Polisi menyampaikan bahwa tembakan tersebut berasal dari arah luar GOR tepatnya di pintu masuk aula. Pelakunya sendiri dikatakan ada tiga orang. “Masyarakat yang melihat hal tersebut langsung melaporkan kejadian ke Mapolres Deiyai. Mendapatkan laporan dari masyarkat, anggota langsung menuju ke TKP guna memastikan kejadiannya,” ungkap Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Senin (276).
Dikatakan ketiga pelaku ketika mengeksekusi korban menggunakan senjata laras panjang. Ini sebagaimana pengakuan beberapa saksi di lokasi kejadian. Kasus ini tengah dilakukan penyelidikan oleh Satuan Reskrim Polres Deiyai bersama Ops Damai Cartenz yang masih melakukan patroli di sekitar TKP.
Sementara usai dari rumah sakit, jenazah Muhammad Jainal pada Senin (27/6) langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Pemberangkatan jenazah korban didampingi pihak keluarga.
Korban diberangkatkan melalui Bandara Waghete, Kabupaten Deiyai menuju Bandara Mozes Kilangin Timika, dan selanjutnya ke kampung halamannya. “Tadi jenazah diberangkatkan sekira pukul 07.49 WIT dari Bandara Waghete menuju Kabupaten Mimika, selanjutnya menuju ke Sul-Sel didampingi pihak keluarga dan kerabat,” ujar Kamal.
Kamal mengaku selama proses pemberangkatan jenazah, situasi di Kabupaten Deiyai aman dan kondusif dimana anggota gabungan di Kabupaten Deiyai juga turut mengamankan jalannya proses pemberangkatan. “Untuk saat ini situasi di Deiyai masih aman terkendali. Teman – teman masih fokus pengiriman jenazah sambil tetap melakukan penyelidikan,” tutup Kamal. (ade/nat)
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan bahwa kondisi Salbiah setelah menjalani operasi…
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan merupakan operasi militer, melainkan akselerasi operasi bakti yang melibatkan TNI,…
Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, S.H., M.H., bersama Wakil Wali Kota Jayapura Dr. Ir.…
Selama masa pengabdian, ratusan mahasiswa tersebut tersebar di 43 kampung yang mencakup tiga wilayah…
Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…
Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…