Categories: BERITA UTAMA

Penumpang ke Makassar Mulai Meningkat

AKTIVITAS BANDARA: Tampak aktivitas di pintu keberangkatan Bandara Sentani, Jayapura, Senin (27/5). (FOTO : Yewen/Cepos)

Jakarta dan Wamena Turun

SENTANI-Menjelang hari raya Idul Fitri, secara umum aktivitas penumpang di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura secara umum masih normal. Namun menurut 

Kepala Bandar Udara Sentani, Antonius Widyo, peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat khususnya untuk penerbangan ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.   

Antonius Widyo menyebutkan, beberapa rute penerbangan seperti Jakarta dan Wamena justru mengalami penurunan jumlah penumpang. “Penerbangan ke Makassar mengalami peningkatan. Sementara ke Wamena, mengalami penurunan. Untuk Garuda, penerbangan ke  Jakarta mengalami penurunan,” ungkap Antonius Widyo kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (27/5). 

Hingga kemarin menurut Antonius belum ada satu maskapai yang mengajukan penambahan penerbangan, baik itu Garuda, Sriwijaya Air maupun Lion Group dan  Trigana Air serta penerbangan lainnya. 

Antonius memprediksi, untuk Lebaran tahun ini terjadi penurunan jumlah penumpang. Baik yang tiba maupun yang berangkat dari Bandara Sentani. Hal ini bisa dilihat hingga kemarin belum ada peningkatan penumpang yang berangkat maupun yang datang.

“Kemungkinan Lebaran tahun ini tidak naik seperti tahun lalu. Kalau pun terjadi kenaikan, hanya 2-3% saja dibanding tahun lalu,” jelasnya.

Penurunan jumlah penumpang menurut Antonius, mengakibatkan sejumlah maskapai penerbangan mengurangi jadwal penerbangan. Dirinya mencontohkan untuk rute Sentani-Jakarta yang sebelumnya dilayani Garuda Indonesia setiap hari, saat ini menjadi dua hari sekali. 

“Kalau Lion Group seperti Lion Air, Batik Air, dan Wings tidak ada yang dibatalkan, cuma jumlah penumpangnya tidak terlalu signifikan mengalami kenaikan, karena masih normal-normal saja,” ujarnya.

Antonius menyebutkan untuk harga tiket, Kementerian Perhubungan RI sebenarnya sudah menurunkan harga tiket sekira 10 hingga 16 persen. “Kalau dilihat dari tarif batas atas sudah terjadi penurunan sampai dengan 16%, dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya,” tambahnya. (bet/nat)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

11 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

19 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

20 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

22 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

23 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

24 hours ago