

Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA–Broken home atau kerusakan hubungan dalam satu keluarga, banyak menjadi pemicu anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Keluarga yang harus menjadi tempat untuk berkumpul dan berbagi bersama, justru tidak bisa diharapkan bagi anak-anak untuk bergantung. Akhirnya, banyak yang mencari tempat pelarian di luar, dan tak sedikit yang akhirnya terjerumus pada hal-hal yang negatif.
Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng membenarkan bahwa broken home, keluarga yang tak lagi utuh, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan remaja terjerumus dalam pergaulan bebas anak.
“Kejadian ini biasanya karena ada permasalah rumah tangga, entah itu berawal dari cekcok kedua orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang berakibat putusnya tali yang dirangkai keluarga atau perceraian,” jelas Frianty kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/1).
Tak hanya itu, kata Frianty, faktor penyebab lain dari pergaulan bebas dari dari para remaja adalah rendahnya tingkat pendidikan keluarga, keadaan keluarga yang tidak stabil, kurangnya perhatian orang tua, hingga tingkat ekonomi keluarga yang rendah.
Dialog yang berlangsung di dalam Lapas membahas sejumlah isu strategis penyelenggaraan pemasyarakatan di Papua,…
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya akuntabilitas…
"Puskesmas-puskesmas sudah siap melayani masyarakat yang ingin melakukan CKG namun hingga akhir bulan Juni…
Peristiwa keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMA Negeri 5 Jayapura dan juga…
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Mamberamo membagikan seribu bibit tanaman secara gratis kepada masyarakat…
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…