

Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA–Broken home atau kerusakan hubungan dalam satu keluarga, banyak menjadi pemicu anak-anak terjerumus dalam pergaulan bebas. Keluarga yang harus menjadi tempat untuk berkumpul dan berbagi bersama, justru tidak bisa diharapkan bagi anak-anak untuk bergantung. Akhirnya, banyak yang mencari tempat pelarian di luar, dan tak sedikit yang akhirnya terjerumus pada hal-hal yang negatif.
Kepala Bapas Kelas II Jayapura, Frianty Sanng membenarkan bahwa broken home, keluarga yang tak lagi utuh, menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan remaja terjerumus dalam pergaulan bebas anak.
“Kejadian ini biasanya karena ada permasalah rumah tangga, entah itu berawal dari cekcok kedua orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang berakibat putusnya tali yang dirangkai keluarga atau perceraian,” jelas Frianty kepada Cenderawasih Pos, Kamis (24/1).
Tak hanya itu, kata Frianty, faktor penyebab lain dari pergaulan bebas dari dari para remaja adalah rendahnya tingkat pendidikan keluarga, keadaan keluarga yang tidak stabil, kurangnya perhatian orang tua, hingga tingkat ekonomi keluarga yang rendah.
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…