Categories: BERITA UTAMA

Terkendala Biaya, 10 Mahasiswa Papua Belum ke Rusia

Tujuh dari 10 orang mahasiswa yang dinyatakan diterima kuliah di Rusia, memperlihatkan berkas mereka di Abepura, Senin (26/10). ( FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Pada tahun 2020 Pemerintah Rusia memberikan beasiswa kuota kepada Provinsi Papua sebanyak 10 orang mahasiswa untuk kuliah di negara yang berjuluk Beruang Merah.

Setiap tahap seleksi telah dilewati oleh 10 orang mahasiswa tersebut. Namun 10 orang mahasiswa ini belum berangkat ke Rusia, karena terkendala biaya administrasi seperti terjemahan dokumen dan lain-lain.

“Hasil pengumuman kelulusan 10 orang telah ditetapkan oleh Kedutaan Besar Federasi Rusia melalui Pekan Kebudayaan Rusia pada tanggal 5 Juni 2020,”ungkap Sokrates Wakum salah seorang dari 10 mahasiswa Papua yang dinyatakan lulus dan kuliah di Rusia, saat menggelar konferensi pers di Abepura, Senin (26/10).

Sokrates mengatakan, setelah pengumuman kelulusan, maka 10 orang mahasiswa melanjutkan proses pembayaran terjemahan dokumen pada tanggal 22 Juli sampai 24 juli 2020.

Namun 10 orang mahasiswa ini belum bayar biaya penerjemahan dokumen, sehingga 3 orang mahasiswa dari 10 orang mahasiswa telah mengalami penolakan status. Tetapi status tersebut telah diverifikasi ulang oleh alumni dan dinyatakan sebagai mahasiswa aktif yang mana statusnya masih distribusi.

Lebih lanjut Sokrates mengatakan, terlepas dari 3 status mahasiswa yang sedang dalam status distribusi ini. masih terdapat 4 orang mahasiswa yang sudah mendapatkan kampus, tetapi belum mengikuti kuliah secara online. Karena pihak kampus sedang menunggu dokumen terjemahan.

Sementara itu, 3 orang mahasiswa lainnya sudah mengikuti kuliah secara online, walaupun dokumennya belum diterjemahkan.

“Dengan demikian, status dari sepuluh mahasiswa ini belum final karena belum menyelesaikan terjemahan dokumen,” ujarnya.

Sokrates berharap Pemerintah Provinsi Papua, untuk segera menyelesaikan biaya administrasi secepatnya. Karena apabila biaya administrasi tidak diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan, maka status 10 mahasiswa aktif akan dicabut dan selanjutnya status mereka akan masuk dalam daftar blacklist yang artinya mahasiswa tidak dapat melamar lagi di tahun-tahun mendatang.

“Ini kami sampaikan agar hak-hak kami mahasiswa penerima kuota beasiswa Rusia 2020 dapat diakses. Karena pendidikan adalah hak mutlak setiap individu yang harus diperhatikan oleh Pemerintah Papua. Dalam mewujudkan SDM orang asli Papua yang berkualitas sesuai dengan visi dan misi Pemprov Papua tahun ini, yakni SDM Unggul,” ucapnya.

Sementara itu, Pelin Bayage yang juga salah seorang dari 10 mahasiswa Papua yang lulus kuliah di Rusia, berharap Pemerintah Provinsi Papua bisa segera menyelesaikan biaya terjemahan dokumen yang ada. Sehingga pihaknya bisa segera melakukan kuliah di berbagai kampus yang ada di Rusia.

“Kami berharap Pemprov Papua bisa segera menyelesaikan biaya terjemahan dokumen, sehingga kami bisa segera kuliah di kampus yang ada di Rusia,” harapnya. (bet/nat)

newsportal

Recent Posts

Presiden Prabowo Salurkan 10 Ekor Sapi Kurban untuk Papua

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…

8 minutes ago

Polisi Kembali Bongkar Sindikat Narkotika Golongan I

Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…

38 minutes ago

Tiga Warga Australia Segera Jalani Siidang di PN Merauke

Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…

2 hours ago

Bupati Merauke Ingatkan Kepala Distrik Bekerja Lebih Optimal dan Efektif

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…

3 hours ago

Pria 40 Tahun di Boven Digoel Ditemukan Tewas di Kos-kosan

Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…

4 hours ago

Korban Curas di Libarek Berhasil Selamat

Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…

5 hours ago