Categories: BERITA UTAMA

MRP Desak Hak Politik OAP Diperluas

JAYAPURA–Majelis Rakyat Papua (MRP) secara tegas menyatakan sikap terkait pemenuhan hak politik bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam pemilihan kepala daerah. Ketua MRP, Nerlince Wamuar, menekankan pentingnya bagi pemerintah pusat untuk memberikan ruang sepenuhnya bagi OAP untuk menduduki jabatan kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota di seluruh tanah Papua.

Langkah ini didorong sebagai bentuk penghormatan dan pemberian porsi lebih bagi OAP sebagai pemilik sah tanah adat di Papua. Selama ini, Undang-Undang Otonomi Khusus (UU Otsus) baik jilid pertama maupun kedua hanya membatasi syarat OAP bagi posisi Gubernur dan Wakil Gubernur saja.

Nerlince mengungkapkan bahwa usulan agar Bupati, Wakil Bupati, Walikota, serta Wakil Walikota wajib berasal dari unsur OAP sebenarnya sudah disampaikan sejak masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

“Kami sudah sampaikan langsung di istana kepada Bapak Presiden Jokowi, dan beliau menanggapi dengan baik. Namun, banyak elit di Jakarta yang tidak setuju dan memberikan citra buruk seolah pemimpin di daerah ini hanya bisa korupsi. Itu adalah momen yang menyedihkan bagi kami para Ketua MRP se-Papua Raya,” ungkap Nerlince, Jumat (23/1).

Meski demikian, pihak MRP melihat adanya harapan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang dinilai lebih tanggap terhadap perkembangan aspirasi masyarakat Papua.

Persoalan hak politik ini juga memicu kebutuhan mendesak akan standarisasi definisi Orang Asli Papua. Hal ini belajar dari kasus di Papua Barat Daya, di mana MRP sempat terseret konflik hukum karena menolak memberikan rekomendasi kepada bakal calon gubernur yang dinilai bukan OAP.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Protes Pembongkaran Lapak, Pedagang Ajukan Tuntutan ke Pemkot

   Penertiban yang dijalankan oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperindagkop)…

43 minutes ago

Pemerintah Diminta Lebih Serius Tangani Banjir

Masyarakat di Kota Jayapura akhirnya seperti diajari untuk menerima situasi ini karena belum ada perubahan…

2 hours ago

Banyak Karhutla tapi Belum Ada yang Diproses Hukum

Kondisi tersebut ditemukan saat dirinya melakukan kunjungan ke Distrik Jagebob dan melihat langsung lokasi yang…

3 hours ago

Komnas HAM Didesak Investigasi Tewasnya Leonardus Konorop

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Merauke mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik…

4 hours ago

Modal Nekat Buka Bengkel, Kadang Sedih Karena Berulang Kali Dibobol Maling

Ya, mungkin dengan cara itu pria bernama Nawir ini bisa merasa tenang usai diterpa musibah.…

5 hours ago

Hampir Sepekan Akhirnya Palang Kampus Uncen Dibuka

​Kordinator Lapangan Aksi sekaligus Menteri Hukum dan HAM BEM Uncen, Darki Uropmabin, memberikan klarifikasi bahwa…

6 hours ago