Pihaknya memberikan peringatan keras kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa perang untuk merebut kembali kemerdekaan bangsa Papua pada 1 Desember 1961 akan tetap dilakukan hingga negara Indonesia mengakuinya dan keluar dari Tanah Papua. Jika tidak maka, perang akan terus berlanjut dan seluruh agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang beroperasi di ranah sipil akan ditembak mati.
“Jika memasuki wilayah konflik bersenjata di Yahukimo Korowai, Intan Jaya, Nduga, Pengunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya, Maybrat, Nabire dan seterusnya. Ini juga sebagai peringatan penting bagi imigran Indonesia untuk keluar dari wilayah konflik,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…
Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…
Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…