Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya Herman Doga mengajak seluruh masyarakat menghentikan konflik dan kembali menjaga nilai persaudaraan serta kasih. “Konflik ini adalah perang saudara. Kita semua berharap pertikaian ini dihentikan agar masyarakat adat tetap hidup damai dan takut akan Tuhan,” ujarnya. Senada dengan itu, Ketua LMA Lanny Jaya Tias U. Kogoya berharap masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan tidak lagi terlibat dalam pertikaian. “Kami ingin setelah proses adat ini selesai, masyarakat kembali dengan aman dan Kota Wamena kembali damai,” katanya.
Dalam prosesi perdamaian tersebut, perwakilan kedua kelompok secara simbolis mematahkan panah sebagai tanda penghentian konflik. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan surat kesepakatan damai yang berisi komitmen bersama untuk menghentikan aksi kekerasan, menjaga persaudaraan, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum dan adat. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pj. Sekretaris Daerah Papua Tengah Silwanus Sumule di Nabire, Sabtu, mengatakan pengendalian inflasi tidak lagi…
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan mencatat lebih dari 100 pendaftar untuk program studi…
Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Sentani Jayapura Citra Mahesa Nusantara, dalam keterangannya…
Penjual komoditas Pertanian dan kios sembako di Pasar Pharaa Sentani, Sumarni, mengaku jika harga tomat…
Pemerintah Kabupaten Jayapura fokus menyiapkan lokasi Festival Danau Sentani (FDS) di Khalkote Distrik Sentani Timur,…
Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berupaya meningkatkan PAD tidak hanya melalui penertiban pajak reklame di ruas-ruas…