

SASARAN PEMBAKARAN: Rumah yang diduga dibakar KST Kepala Air di Kampung Kago, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Sabtu (18/2). (HUMAS POLDA PAPUA)
JAKARTA – Dua hari berturut-turut kelompok separatis teroris (KST) dilaporkan kembali menyerang aparat di Intan Jaya, Papua Tengah, yakni pada Minggu dan Senin (23-24/4). Selain menyerang aparat, KST terlibat keributan dengan kelompok masyarakat di Kampung Sambili, Kusage, dan Mamba Bawah.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Kav Herman Taryaman mengungkapkan, pada hari pertama penyerangan, gerombolan KST diketahui menggunakan dua senjata api laras panjang untuk menyerang anggota TNI Yonif 305/Tkr yang tengah dalam perjalanan dari Kampung Sambili menuju Kusage. Serangan itu langsung direspons petugas sehingga gerombolan KST melarikan diri.
Masyarakat setempat ikut membantu aparat dengan cara mengusir KST keluar dari kampung mereka. Sebab, selama ini aksi KST dinilai meresahkan. ”Maka, terjadi keributan antara gerombolan KST dan masyarakat kampung,” kata Herman dalam keterangannya kemarin (25/4).
Dalam serangan tersebut, pihaknya mendapatkan informasi bahwa KST ternyata sempat mengajak remaja SMP/SMA di kampung itu untuk menyerang TNI. Mereka memobilisasi para remaja tersebut. Termasuk untuk menyerang anggota TNI-Polri yang sedang melaksanakan pencarian pilot Susi Air di Nduga.
Sementara itu, dilansir dari Cenderawasih Pos, Jubir TPN OPM Sebby Sembom mengatakan, Pembebasan Nasional Papua Barat (PNPB) Kodap VIII Intan Jaya baru saja menembak mati orang asli Papua yang dianggap sebagai mata-mata dan menjadi agen TNI. Mereka juga merampas tiga pucuk senjata.
”Itu mata-mata intelijen TNI-Polri di Beoga, dan staf operasi Kodap VIII Intan Jaya Lewis Kogoya melaporkan bahwa mereka menembak mati Joni Botak karena dianggap sebagai pengkhianat,” kata Sebby, Senin (24/4) malam. (tyo/ade/wen/c18/c9/fal)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…