Categories: BERITA UTAMA

Dua Warga yang Meninggal Negatif Covid-19

EVAKUASI JENAZAH: Petugas saat mengevakuasi jenazah Mujiono (59) buruh bangunan yang ditemukan meninggal dunia tidak jauh dari camp tempat dirinya bekerja, Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Sabtu (25/4). (FOTO: Polresta Jayapura Kota for Cepos)

JAYAPURA- Dalam sehari, dua warga Kota Jayapura ditemukan meninggal dunia di lokasi yang berbeda. Pertama seorang buruh bangunan bernama Mujiono (59) ditemukan meninggal dunia tidak jauh dari camp tempat dirinya bekerja, Koya Tengah, Distrik Muara Tami. Kemudian Supriadi (71),  ditemukan meninggal di rumahnya yang berada di jalan Mandala, Dok V Atas Kota Jayapura, Sabtu (25/4).

Kedua pria ini meninggal dunia akibat ada penyakit yang diderita. Mujiono sendiri diduga meninggal lantaran mengidap penyakit dalam. Sementara Supriadi diduga mengidap sakit asma.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra menerangkan, kendati meninggal akibat sakit yang dideritanya. Namun, penanganan terhadap jenazah sesuai dengan protap jenazah Covid-19.

“Dari hasil rapid tes tim URC Polresta Jayapura Kota, kedua jenazah tidak terpapar Covid-19,” ucap Jahja, Minggu (26/4)

Bahkan lanjut Jahja, sebelum dilakukan pemakaman terhadap jenazah tersebut. Telah dilakukan pemeriksaan rapid tes terhadap rekan-rekan kedua warga yang meninggal dan hasilnya dinyatakan semua negatif Covid-19.

SEMPROT DISINFEKTAN: Petugas yang telah mengevakuasi jenazah disemprot disinfektan. ( FOTO: Polresta Jayapura Kota for Cepos)

Jahja menerangkan, jenazah pria 59 tahun itu dimakamkan dengan protap Covid-19 lantaran ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mulut mengeluarkan darah. Ia ditemukan dengan kondisi terpelungkup dengan kondisi mulut mengeluarkan darah. Dimana sebelumnya korban sempat keluar dari camp tempat tinggalnya. Naasnya keesokan hari korban ditemukan dengan kondisi sudah tidak bernyawa.

Jahja juga mengaku belum mengetahui pasti penyebab kematian Mujiono. Namun yang jelas dari keterangan yang diperoleh dari rekannya, korban mempunyai riwayat penyakit asam urat, batuk kering dan diabetes.

“Penyebab meninggalnya masih dalam penyelidikan. Namun yang jelas tidak terpapar Covid berdasarkan hasil tes. Untuk penanganan jenazah tetap  berpatokan dengan protokol kesehatan Covid-19 guna mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi,” ucapnya.

Sementara itu, terkait dengan kematian Supriadi. Jahja mengaku belum diketahui pasti penyebab kematiannya. Namun dari keterangan pihak keluarga, korban sempat mengidap batuk sebelum ditemukan meninggal dunia. Bahkan korban juga memiliki riwayat penyakit asma. “Dari hasil tes rapid baik terhadap korban dan keluarganya negatif,” ucapnya.

Korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya. Dimana ketika itu para saksi curiga lantaran korban tidak merespon ketika dipanggil. Lantaran curiga, keluarga mengecek kondisi korban, namun sayang sudah tidak bernyawa hingga pihak keluarga memanggil pihak kepolisian.

“Untuk jenazah Supriadi, keluarga korban meminta untuk tidak dibawa ke rumah sakit karena tidak terjangkit Covid-19. Sehingga korban ditangani oleh keluarga di rumah guna dilakukan pemakaman,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Desak Perlindungan Warga Sipil di Tengah Konflik Bersenjata

Karenanya YKKMP berencana akan memasang baliho hak-hak masyarakat sipil khususnya di Distrik Sinak dan Kembru,…

3 hours ago

Harga Minyak Tanah Bersubsidi di Pengecer Semakin Tak Masuk Akal

arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…

4 hours ago

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

5 hours ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

7 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

8 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

9 hours ago