

Ramses Limbong (foto:Elfira/Cepos)
BTM Ingatkan Jangan Cederai Netralitas para Pihak
JAYAPURA – Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua menjalankan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada dengan profesional. Ia pun menegaskan bahwa tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun dalam proses pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.
“Mulai dari proses awal hingga nanti penetapan gubernur terpilih, tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun. Ini harapan saya sebagai penjabat gubernur maupun atas nama masyarakat Papua,” kata Ramses kepada wartawan, Senin (24/3).
Menurut Gubernur Ramses, demokrasi memang membutuhkan biaya besar, tetapi tidak seharusnya mahal karena kesalahan penyelenggara.
Untuk itu, Ramses menekankan bahwa hal kecil yang tidak diperhatikan dapat berdampak besar terhadap jalannya PSU. Ramses mencontohkan pengalamannya saat menghadiri pleno penetapan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.
“Saya baru menerima undangan melalui pesan WhatsApp pada pukul 10.00 WIT,” ucapnya. Selain itu, kata Ramses, prosesi menyanyikan lagu Indonesia Raya sempat tertunda karena tidak ada dirigen yang siap. “Hal-hal kecil ini seharusnya diperhatikan, karena ini rapat resmi,” katanya.
“Saya bukan marah, tapi sedih. Sebab yang digunakan adalah uang rakyat, dan dengan dilakukannya PSU, sama saja dua kali kita menggelar Pilkada. Jangan sampai PSU itu terulang lagi hanya karena kesalahan-kesalahan kecil,” pungkasnya.
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…