Categories: BERITA UTAMA

Memastikan Emergency Used Authorization Vaksin Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi, dan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., di Swiss Belhotel Jayapura, Selasa (24/11) kemarin. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi, menyebutkan bahwa perihal vaksin Covid-19, Presiden RI, Ir. Joko Widodo, akan mengumumkan pada waktunya nanti.

“Sekarang, sedang kita cermati, pelajari, kita siapkan sungguh-sungguh. Termasuk tenaga yang mem-vaksin harus terlatih betul. Jenis vaksin juga akan kita cek secara benar,” terang Muhadjir Effendi menjawab Cenderawasih Pos di sela-sela kunjungan kerjanya di Kota Jayapura, Selasa (24/11) kemarin.

Namun, sambung Menko Effendi,  yang terpenting perihal vaksin ini adalah emergency used authorization  atau dengan kata lain, otoritas penggunaan vaksin karena alasan darurat.

“Dan itu harus dijamin, dan dikeluarkan BPOM kalau prosedurnya sudah betul-betul dipastikan aman dengan data-data yang akurat. Misalnya dicoba pada level 3 yaitu pada manusia/orang dan memang orang itu sudah terbukti aman. Itu saja, kalau itu sudah selesai nanti bisa diumumkan,” sambungnya.

Secara terpisah, Tim Adaptasi Kebiasaan Baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga secara terus menerus memberikan dukungan terhadap penanganan Covid-19 di tingkat daerah.

Humas PB Ikatan Dokter Indonesia, dr. Halik Malik, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan kampanye 3M (mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) maupun optimalisasi 3T (tracing, test, treat), tetapi juga mempersiapkan vaksinasi Covid-19.

“Dalam persiapan vaksinasi Covid-19, dimana para dokter dan tenaga kesehatan lainnya menjadi ujung tombak sebagai vaksinator atau yang memberikan imunisasi. Termasuk komunikator tentang pencegahan dan upaya vaksinasi sebagai bagian dari penanganan Covid-19. Dengan demikian, ke depan vaksinasi itu berhasil untuk membentuk kekebalan secara keseluruhan dari pandemi Covid 19,” jelas dr. Halik Malik kepada Cenderawasih Pos.

Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan vaksin Covid-19 sebagai bagian dalam penanganan Covid-19 yang dilakukan. Kementerian Kesehatan RI memberikan jatah 1,9 juta vaksin bagi provinsi Papua.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., MM., megaku bersyukur perihal vaksin Covid-19 tersebut. Namun, menurutnya, membutuhkan waktu agar semua rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, divaksin Covid-19.

“Vaksin itu, setelah ada dibutuhkan waktu sekitar 2 tahun (untuk semuanya dapat divaksin). Karena jumlah kita (rakyat Indonesia) ada 270 juta jiwa,” ungkapWagub Klemen Tinal.

Dengan kata lain, sambung Wagub Tinal, asumsinya membutuhkan 2 tahun bagi seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke mendapatkan vaksin secara menyeluruh.

“Sehari saja, sejuta orang kita layani dan masih butuh 270 hari. Belum termasuk hari off, istirahat, dan libur, sehingga 2 tahun itu baru bisa divaksin semua masyarakat seperti Polio waktu itu,” pungkasnya. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

1 day ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

1 day ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

1 day ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

1 day ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

1 day ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

1 day ago