Situasi diperparah dengan hujan deras serta kondisi geografis yang sulit, sehingga upaya evakuasi terpaksa ditunda.
“Hari ini (Selasa, 23/9) sebenarnya tim sudah direncanakan berangkat kembali ke lokasi kejadian. Namun karena hujan lebat, proses evakuasi kembali ditunda. Untuk menuju lokasi, tim harus melewati sungai, sementara debit air sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan perjalanan dilakukan dengan aman,” jelas Faizal di Mapolda Papua, Selasa (23/9).
Ia menambahkan, berdasarkan laporan awal yang diterima aparat, korban pembunuhan berjumlah lima orang. Dua korban dibunuh pada Senin (22/9), sementara tiga lainnya pada Selasa (23/9).
“Untuk sementara informasi yang kami peroleh, jumlah korban ada lima orang. Namun identitas para korban belum dapat dipastikan, karena tim belum berhasil mencapai lokasi kejadian,” ujarnya.
Lokasi peristiwa diketahui berada di sekitar Kampung Bingki, Yahukimo. Para korban disebut-sebut merupakan pekerja tambang di kawasan tersebut.
“Lokasi kejadian berada beberapa kilometer dari Kampung Bingki. Untuk titik pastinya akan kami sampaikan setelah tim berhasil tiba di lokasi. Termasuk korban, apakah mereka pekerja tambang atau warga sipil yang memang menetap disana,” tambah Faizal.
Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…
Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…
Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…
Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…
Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…