Categories: BERITA UTAMA

Hitadipa Dikuasai KKB

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat memperlihatkan anggota KKB yang ada di Intan Jaya, Kamis (24/9) ( foto: Elfira/Cepos)

*Kapolda: KKB Selalu Mendiklirkan Intan Jaya Sebagai Zona Perang Terbuka

JAYAPURA- Pasca meninggalnya Pdt Yerimia Zanambani akibat ditembak di Kampung Hitadipa pada Sabtu (19/9). Wilayah tersebut kini dikuasai oleh lima hingga enam Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Akibatnya, tim investigasi hingga kini belum bisa memasuki Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP guna mengungkap pelaku penembakan.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, kematian Pdt Yerimia menjadi perhatian khusus. Untuk itu, pihaknya sudah melakukan koordinasi bersama Kodam XVII/Cenderawasih, Pemda setempat dan DPRD Kabupaten Intan Jaya untuk menangani beberapa rentetan persoalan yang terjadi di daerah tersebut.

“Saat ini tim kita yang terdiri dari Wakapolda Papua, Irwasda, Danrem, Dandim  dan Kapolres sudah berada di Sugapa, Intan Jaya. Mereka sudah bertemu dengan keluarga almarhum Pdt Yerimia dan didampingi tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama di Sugapa,”  ucap Kapolda Paulus Waterpauw kepada wartawan di Mapolda Papua, Kamis (24/9)

Menurut Kapolda, pertemuan tersebut dilakukan di Sugapa karena di Kampung Hitadipa belum kondusif. Pasalnya lokasi tersebut telah hadir lima hingga enam KKB dan sudah menguasai  Distrik Hitadipa yang sebelumnya telah mengakibatkan 3 orang tukang ojek dan dua anggota TNI meninggal akibat ditembak KKB.

“Prinsipnya kami tetap menangani permasalahan ini untuk membuktikan siapa yang melakukan penembakan terhadap Pdt Yerimia, memang ada pengakuan dari keluarga korban. Tetapi bagi kami itu harus dibarengi dengan pembuktian di TKP,” tutur Kapolda.

Sebagaimana lanjut Kapolda, penyidik harus tiba di TKP agar lebih banyak mendapat bukti-bukti yang bisa membuat terang peristiwa itu sendiri. Bahkan, sudah ada beberapa saksi dari mama-mama yang diambil keterangannya dan tinggal diperlengkapi dengan bukti-bukti di TKP.

Data yang dimiliki Polda Papua, di Sugapa sudah ada KKB. Menurut Waterpauw, KKB yang berada di Kabupaten Intan Jaya saat ini berjumlah sekitar 50 orang yang dikomandai Sabinus  Waker.

“Jika dilihat dari marganya, mereka ini bukan orang asli di Intan Jaya.  Mereka berasal dari kabupaten lain seperti Puncak Jaya, Tolikara dan Timika. Bahkan beberapa kelompok lainnya sedang menuju ke Intan Jaya,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan Polda Papua, KKB selalu mendiklirkan wilayah Hitadipa Kabupaten Intan Jaya sebagai zona perang terbuka dengan TNI-Polri. Mengingat arealnya cukup sulit bagi anggota untuk hadir dalam jumlah yang signifikan.

“Boleh saja mereka mau seperti itu (perang terbuka-red), tetapi harus dengan kami. Jangan korbankan warga sipil yang tidak berdosa. Kekerasan yang mereka lakukan ini seakan memberi pesan kepada kita bahwa mereka ada. Mereka keras dan ingin perang terbuka dengan kita,” paparnya.

Dikatakan, KKB kelompok Sabinus Waker memiliki kekuatan sebanyak 50 orang dengan 17 pucuk senjata yang dimilikinya. Dimana senjata tersebut merupakan hasil rampasan beberapa tahun silam.

“Kami harap para tokoh di Intan Jaya untuk tidak khawatir, kami siap membantu. Jangan ikuti  maunya kelompok ini, imbasnya masyarakat sendiri yang jadi korban. Karena setelah mereka menguasai Intan Jaya, mereka akan menekan pemimpin dan rakyatnya termasuk para pihak yang akan melakukan pembangunan dan itu modus mereka,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago