Categories: BERITA UTAMA

Theo Hesegem: Mustahil Tak Miliki Senjata Lalu Bawa Amunisi

JAYAPURA-Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem mengatakan dalam penanganan konflik bersenjata di Papua. Presiden Jokowi telah menyampaikan bahwa pendekatan di Papua adalah pendekatan persuasif, bukan melakukan pendekatan kekerasan. Apa yang disampaikan Theo ini menyusul adanya seseorang yang ditembak aparat TNI hanya karena diduga sebagai KKB dan membawa amunisi. “Kalau mereka (aparat-red) menembak yang bersangkutan pada saat berlawanan mungkin itu hal biasa. Tapi kalau misalkan dia ada di kebun lalu dia ditembak itu hal yang salah,” tegas Theo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (24/3). Lanjut Theo, jika yang bersangkutan memiliki amunisi harusnya ditangkap lalu diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan. Sebab, dengan langsung ditembak dan meninggal bagaimana penyidik tahu darimana pemasukan senjata dan amunisi tersebut. “Menurut saya, jika aparat betul betul mau melakukan proses penegakan hukum terhadap OPM. Mesti pendekatan persuasif, menangkap lalu meyerahkan kepada aparat penegak hukum, bukan main hakim sendiri. Dan kalau benar informasi yang beredar bahwa yang bersangkutan ditembak saat berada di kebun, itu kekeliruan yang dilakukan aparat di lapangan,” tegasnya. Menurut Theo, TNI sudah melanggar arahan dari presiden yang mana Jokowi menyampaikan bahwa pendekatan di Papua adalah pendekatan persuasif bukan melakukan pendekatan kekerasan. Theo juga melihat bahwa antara TNI dan OPM saling memancing situasi konflik di Papua. Memamerkan atas tindakan tindakan yang dilakukan. Misalkan kata Theo, OPM setelah membunuh orang atau membantai orang membuat video  lalu membagikannya ke media sosial, hal serupa juga kini dilakukan oleh TNI. Usai menembak orang lalu memamerkannya di media sosial. “Bagaimana jika yang dipamerkan TNI melalui video  yang beredar itu adalah warga sipil yang ditembak bukan anggota KKB sebagaimana rilis yang disampaikan oleh aparat. Bisa saja TNI memanipulasi barang bukti yang dimiliki korban, terlebih yang ada di lokasi hanya TNI dan yang punya senjata dan amunisi hanyalah TNI-Polri. Jika ada yang membuktikan silahkan, tapi kalau tidak ada yang membuktikan itu bisa jadi manipulatif,” bebernya. Lanjut Theo, selain amunisi yang diamankan apakah yang bersangkutan saat itu memiliki senjata atau tidak. Jika tidak memiliki senjata, mustahil membawa amunisi dan ini dianggap tidak logis. (ade/fia/wen)
newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KKBPAPUA

Recent Posts

Kendalikan Inflasi, Gubernur Instruksikan Enam Langkah

Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…

19 hours ago

Wali Kota Terima Aspirasi 314 K2 Asli Port Numbay

Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…

20 hours ago

Komnas HAM Tolak Draft RUU HAM

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…

21 hours ago

Warga Tak Perlu Lagi Bolak-Balik ke Pengadilan Untuk Sidang Adminitrasi Kependudukan

Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…

22 hours ago

Bentuk Staf Khusus Adat, Wali Kota Libatkan Para Ondoafi

Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…

23 hours ago

OAP Harus Jadi Pusat Utama Pembangunan

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…

1 day ago