Categories: BERITA UTAMA

Masyarakat Diingatkan Soal Salah Pilih Susah Pulih

JAYAPURA – Gedung DPR Papua yang berada di Jl Sam Ratulangi, Jayapura,Sabtu (22/9)mendadak banyak didatangi anak muda dan mahasiswa. Puluhan pemuda ini melakukan aksi damai di pinggir jalan. Sampai di depan papan nama gedung DPR, para pemuda ini langsung menempelkan berbagai tulisan di pagar yang isinya pernyataan satir.

Mereka meminta publik cerdas dalam memilih pemimpin pada Pemilu tahun ini.  “Jangan pilih sosok baik yang maju di kabupaten, kota dan provinsi yang tidak mampu melindungi hak masyarakat adat sesuai pesan Otsus itu sendiri, ” kata Joonathan Mebri koordinator aksi demo damai.

Berbagai pernyataan satir diantaranya, Keadilan Iklim Tanpa Oligarki, Usut Tuntas Pelaku Perusak Lingkungan, Pohon Tidak Bisa Digantikan Dengan Sawit dan Jangan Pilih Pemimpin yang Tidak Pro Terhadap Lingkungan.

Aksi demo damai ini memang tidak dilakukan di halaman dalam gedung DPR melainkan hanya di pinggir jalan depan kantor DPR sehingga tidak menemui anggota DPRP.

Kata Joonathan selama ini mereka melihat belum ada bakal calon yang memiliki konsep dan komitmen terhadap isu konservasi termasuk track record yang memang berpihak pada perlindungan hutan dan hak masyarakat adat. Kebanyakan hanya mengatakan akan – akan jika nantinya terpilih. Ini membuat kelompok pemuda tak begitu simpati atas kandidat yang ada saat ini.

Joonathan menyampaikan bahwa sejatinya masyarakat adat sudah lama mampu menjaga hutan mereka  tanpa ada peran pemerintah.  Dan disayangkan disaat pemerintah hadir justru tidak bisa melihat hal itu sebagai potensi yang harus ditingkatkan.

“Pemerintah hanya membangun narasi ekonomi. Bagaimana pengelolaan yang berkelanjutan sementara masih banyak pemilih ulayat yang hidup jauh dari kata sejahtera,” jelasnya.

Mereka meminta calon kepala daerah mengakui hak-hak masyarakat adat.

“Kami harus bersinggungan dengan politik sebab kebijakan akan mempengaruhi keberadaan eksistensi hak masyarakat adat jika tidak memihak sebab secara defacto masyarakat adat ini sudah hidup berdampingan dengan hutannya dan upaya melindungi terus dilakukan dan bisa kami katakan bahwa 95 persen masyarakat dunia berhutang budi terhadap hutan yang di dalamnya adamasyarakat adat, ” imbuhnya.

Kelompok ini juga meminta pemerintah segera mengesahkan RUU masyarakat adat.  (ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

8 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

16 hours ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

17 hours ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

18 hours ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

19 hours ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

22 hours ago