Categories: BERITA UTAMA

Tuntut Perbaikan Jalan, Warga Blokir Jalan Sentani-Depapre

Warga Klaim 70-an Tahun Jalan Dibiarkan Rusak

SENTANI- Puluhan masyarakat yang ada di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura melakukan aksi demo dengan memblokir jalan  dan tidak mengizinkan kendaraan plat merah untuk melawati ruas jalan itu sepanjang aksi itu dilakukan, Rabu (23/3).

Aksi tersebut sebagai bentuk protes warga karena pemerintah dinilai tidak memperbaiki jalan yang sudah rusak sekira 70-an tahun yang lalu.

“Hari ini, kami  Moy melakukan aksi kami bersama masyarakat Tanah Merah, sopir truk, sopir taksi, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan melakukan aksi demo untuk menuntut janji pemerintah,” ungkap penanggung jawab aksi, Pilep Bano, kepada wartawan di sela-sela aksinya di Sentani Barat, kemarin.

Pilep Bano mengatakan yang pertama yang menjadi tuntutan yaitu sebagai bentuk pertanyaan kepada pemerintah yang telah membiarkan jalan dibiarkan rusak parah selama 70 tahun.  Kemudian melalui aksi ini, mereka juga ingin menagih janji kepada pemerintah yang telah memberikan janji kepada masyarakat di tahun 2021 lalu bahwa jalan itu akan dikerjakan tahun 2022.

Kemudian dia meminta aparat penegak hukum untuk melakukan proses hukum dan penahanan para tersangka yang telah melakukan korupsi terhadap dana pekerjaan ruas jalan yang sudah pernah diantar oleh pemerintah pusat pada tahun 2016-2017. Namun apabila sudah dilakukan upaya hukum terhadap para pelaku kejahatan maka pertanyaan berikutnya adalah apa alasan pemerintah sampai tidak lagi menganggarkan pekerjaan ruas jalan itu.

“Itu pertanyaan kami, kalau sudah diproses tapi kenapa tidak dianggarkan.  Harus dianggarkan untuk kerjaan jalan ini,” ungkapnya.

Pilep Bano menegaskan bahwa masyarakat adat dan sejumlah pihak yang sudah terlibat di dalam aksi tersebut akan tetap melakukan aksi sampai tuntutan mereka bisa dijawab dengan pasti oleh pemerintah pusat maupun Pemprov Papua. “Kami akan buka palang, kalau sudah ada excavator yang datang kerja,” tutupnya.

Sementara itu Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., menegaskan, apa yang dilakukan oleh masyarakat merupakan respon atas janji yang sudah disampaikan oleh Pemprov Papua dan juga pemerintah pusat sebelumnya.

“Ini karena pemerintah provinsi dan pemerintah pusat telah menjanjikan bahwa tahun ini jalan,  tetapi dua-duanya tidak menganggarkan di APBD maupun APBN.  Menurut saya demo itu wajar karena menagih janji.  Mudah-mudahan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat segera merespon itu.  Ini kan harga diri pemerintah kalau kita sudah menjanjikan maka kita harus konsisten untuk merealisasikan itu,” tambahnya.

Sementara itu, penutupan akses jalan Sentani-Depapre oleh warga mendapat dukungan dari warga lainnya. Dominggus salah satunya yang setuju dengan aksi yang dilakukan. Pasalnya, sudah bertahun-tahun, masyarakat tidak bisa menikmati jalan mulus.

Meskipun demikian, dirinya berharap dalam aksi ini tidak sampai mengganggu akses warga yang tinggal di Depapre, Waibron Maribu dan kampung lainnya.

“Kondisi jalan Sentani-Depapre memang sangat tidak layak. Kalau hujan jadi kolam ikan dan panas jadi bedeng rica (cabai). Ini sudah dihadapi setiap hari. Sebagai warga pengguna jalan kami kecewa, pemerintah hanya janji-janji palsu dan sampai hari ini kondisi jalan kami tetap rusak. Dengan begini kami harapkan pemerintah bisa melihat penderitaan kami. Akses jalan ditutup masyarakat jadi korban,” tandasnya. (roy/ana/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: SENTANI

Recent Posts

RD Akui Adhyaksa FC Lawan Kuat

Persipura yang bertindak sebagai tuan rumah dipastikan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka yang akan…

14 hours ago

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

16 hours ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

18 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

19 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

20 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

21 hours ago