Categories: BERITA UTAMA

Masyarakat Setuju Akses ke Asmat Ditutup Sementara

Elisa Kambu ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Dalam kaitannya dengan penyebaran Covid-19, khususnya di Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Asmat mengambil kebijakan untuk membatasi masuknya orang ke Kabupaten Asmat.

Bupati Asmat, Elisa Kambu yang dikonfirmasi mengatakan, kebijakan tersebut diambil dengan tentunya telah berkonsultasi bersama masyarakat di Asmat.

“Kebetulan bersamaan dengan Musrembang di mana saya berkeliling dan memperingatkan masyarakat perihal penyebaran Covid-19, termasuk pula menanyakan pendapat mereka perihal pencegahan penyebaran Covid-19 di Asmat, masyarakat pada prinsipnya setuju untuk kita atur bagaimana caranya menutup sementara. Tapi untuk lockdown resminya itu belum,” ujar Elisa Kambu kepada wartawan di Swiss Belhotel Jayapura, Senin (23/3) kemarin.

Menurut Bupati Elisa Kambu, Kabupaten Asmat memiliki letak yang terbuka, sehingga dapat diakses dari manapun tanpa melalui ibu kota kabupaten. Oleh sebab itu, pencegahan mesti dilakukan, sehingga Covid-19 tidak masuk Asmat.

“Apalagi, kalau kemungkinan kedapatan (ada orang yang menunjukkan gejala Covid-19), rumah sakit kita belum operasional untuk kita persiapkan untuk karantina. Makanya, paling tidak persiapannya dengan fasilitas seadanya saja, terlebih dengan kondisi kita yang terbatas,” tambahnya.

Yang dihadapi Kabupaten Asmat saat ini ialah kapal penumpang yang masuk Selasa (24/3) hari ini. Bupati meminta kapal tersebut masuk di siang hari, serta lama sandarnya harus 4 jam. Agar kemungkinan untuk mengecek secara baik orang yang masuk, sehingga tidak membawa (carrier) Covid-19 bagi masyarakat di Kabupaten Asmat secara keseluruhan.

“Untuk jadwal kapal berikutnya. Kemungkinan ditunda dulu sampai 2 bulan ke depan. Kapal ini kan sebulan dua kali masuk di Asmat. Makanya, bisa kita tutup akses untuk jangka waktu tertentu. Kita uji coba dulu di bulan pertama barulah kemudian dilakukan evaluasi berdasarkan perkembangan yang ada baru nanti kita buka akses kembali,” terangnya.

“Sedangkan, kalau masyarakat yang sudah ke Merauke, maka tidak boleh kembali lagi ke Agats untuk sementara waktu. Kami tutup akses dari Merauke,” sambungnya.

Dengan semakin merebaknya penyabaran Covid-19 di Indonesia, termasuk pula di Papua, sejumlah kebijakan telah diambil Pemeritah Kabupaten Asmat, yang mana beberapa di antaranya meliburkan aktivitas peserta didik di sekolah, serta pula pegawai dari kantor. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

2 days ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

2 days ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

2 days ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

2 days ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

2 days ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

2 days ago