Categories: BERITA UTAMA

Suhu Panas Sampai Akhir Oktober

SUHU PANAS: Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di Papua sedikit lebih panas dari biasanya. Tampak sejumlah murid SD membeli es jeruk peras di pinggir jalan di Abepura, Selasa (22/10). Insert, Petrus Demon Sili, S.IP, M.Si  ( FOTO :Takim/Cepos)

Suhu di Empat Daerah Capai 33-35 Derajat Celcius

JAYAPURA-Suhu panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir diperkirakan akan berlangsung hingga akhir bulan Oktober 2019. 

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Petrus Demon Sili, S.IP, M.Si mengatakan, dari hasil pengamatan suhu udara tiga hari terakhir yaitu dari tanggal 19 hingga 21 Oktober 2019, suhu udara di wilayah Papua berkisar antara 30-35 derajat Celcius.

Empat daerah menurut Petrus mengalami suhu tertinggi yaitu di Sentani, Kabupaten Jayapura mencapai 33-35 derajat Celcius, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel 33-34 derajat Celcius, Timika Kabupaten Mimika suhu mencapai 33-34 derajat Celcius dan Kabupaten Merauke berkisar antara 33-34 derajat Celcius.

“Sementara wilayah Papua lainnya secara umum suhu maksimum berkisar antara 30-32 derajat Celcius untuk wilayah dataran rendah dan untuk dataran tinggi atau pegunungan tengah Papua berkisar antara 24-27 derajat Celcius,” jelas Petrus ke Cenderawasih Pos melalui telepon seluler, Selasa (22/10).

Dikatakan, saat ini posisi gerak semu matahari sedang bergerak dari equator menuju belahan bumi bagian Selatan. Diperkirakan kondisi ini dapat menyebabkan suhu udara di papua teraasa lebih hangat dari biasanya. Sebab posisi wilayah Papua yang berada di Selatan equator.

“Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga akhir bulan Oktober saja. Nanti saat matahari sudah bergerak menjauhi wilayah Papua atau berada di belahan bumi bagian Selatan, umumnya kondisi suhu udara akan kembali normal,” jelasnya.

Terkait dengan kondisi suhu tinggi ini, berdasarkan monitoring BMKG titik Panas (hotspot) mulai tanggal 13 Oktober hingga 21 Oktober tercatat mengalami peningkatan cukup signifikan. Jumlah titik panas terpantau mencapai lebih dari 90 titik panas tiap harinya. Kondisi inimengalami trend peningkatan hingga mencapai jumlah titik panas terbanyak pada tanggal 21 Oktober 2019 yaitu sebanyak 314 titik panas.

Titik panas ini menurut Petrus tersebar di Kabupaten Mappi yang meliputi beberapa distrik seperti Bamgi, Edera, Nambionan Bapai dan Obaa. 

Titik panas juga menurutnya terpantau di beberapa distrik di Kabupaten Merauke seperti di Distrik Animha, Ilwayab, Jagebob, Kaptel, Kimaam, Kurik, Malind, Merauke, Muting, Naukenjerai, Ngguti, Okaba, Sota, Tabonji, Tanah Miring, Tubang, dan Waan.

Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BBMKG Wilayah V Jayapura, Ezri Yustina Ronsumbre, S.Si., menambahkan, suhu udara untuk Kota Jayapura beberapa hari terakhir berkisar 31-32,5 derajat Celcius. Kondisi ini masih dibawah suhu di sentani yang bisa mencapai 35 derajat Celcius.

“Untuk Sentani kadang-kadang suhunya bisa mencapai 35 derajat Celcius. Ini memang sering terjadi dan bukan hal baru di wilayah tersebut,” jelasnya.(kim/nat)

newsportal

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

2 days ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

2 days ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

2 days ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

2 days ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

2 days ago