

Irjen Pol. Mathius Fakhiri (FOTO: Gamel Cepos)
JAYAPURA-Sebuah sindiran yang disampaikan Presiden Joko Widodo kemudian diterjemahkan oleh Kapolri kembali diingatkan Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri kepada personelnya.
Ia meminta Kapolres, Kapolsek dan seluruh personel Polri untuk bisa mengimplementasikan penyampaian Kapolri tersebut. Satu yang menarik adalah anggota Polri maupun keluarga diingatkan untuk mengurangi bermain media sosial.
“Jangan juga terlalu narsis di media sosial apalagi memposting sesuatu yang tidak penting. Dalam Raker Operasional Biro Ops saya sampaikan bahwa tidak usah lagi menjabarkan lagi tapi langsung melaksanakan. Kami prajurit dan harus menjalankan keputusan tertinggi. Apa yang dibersihkan, itu bersihkan,” tegas Mathius Fakhiri kepada wartawan usai menggelar proses serah terima jabatan di Polda Papua, Jumat (21/10).
Namun disini mantan Dansat Brimob Polda Papua ini menyebutkan introspeksi atau koreksi pada tubuh Polri akan dilakukan lebih dulu oleh jajaran pimpinan.
“Saya meminta dimulai dari diri saja dan jajaran ke bawah. Saya sampaikan agar coba kita kurangi medsos, sebab ini juga membawa maut, maunya pamer – pamer malah jadi persoalan dan sorotan. Tidak perlu pamer, bergaul seperti biasa dan kalau bisa main ke masyarakat lalu bagikan apa yang dipunya,” jelasnya.
Itu dikatakan menjadi cermin bagi anggota untuk merubah cermin yang tidak disukai masyarakat.
“Kuncinya mulai dari kami para pemimpin dan anggota di bawah harus mencontoh dan kami ingatkan anggota yang suka narsis, tak perlu main – main medsos, kerja saja dan layani. Jika ada komplain itu langsung turun. Jangan Kapolresnya perintahkan ke Kapolsek sebab bukan itu yang saya mau. Harusnya Kapolresnya, atau Wakapolres atau minimal kabag opsnya yang turun cek apa yang dikeluhkan masyarakat,” cecar Fakhiri.
Lalu terkait penyakit masyarakat kembali ditegaskan bahwa putusan untuk memberantas penyakit masyarakat baik judi maupun minuman keras sudah final. Sehingga tak ada alasan untuk tidak dibersihkan. “Ingat, jangan ditunda lagi! Contohnya judi, miras jadi ini harus dibersihkan betul dan pimpinan harus turun langsung,” tegasnya.
“Saya meminta untuk segera membuka sumbatan-sumbatan dan harus cepat menjawab. Kalau sudah ada perintah maka pimpinan harus turun jadi Kapolres harus perhatikan ini,” pungkasnya. (ade/nat)
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan setempat mulai membenahi layanan pendidikan khusus menyusul rendahnya indeks…
Massa aksi datang menggunakan dua unit mobil pikap dengan membawa sejumlah atribut, di antaranya…
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura terus mendorong upaya kemandirian bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…
Sebanyak 13 calon siswa (casis) yang dikirim melalui Lanud J.A. Dimara Merauke berhasil lolos seleksi…
Ibadah syukur yang berlangsung di Tugu Injil Pesisir Pantai Skouw, Kampung Skouw Yambe, tersebut…
Dihubungi dari Jayapura, AKBP Arjuna mengatakan, dari pengakuan kedua tersangka, mereka ditangkap dalam dua hari…