Categories: BERITA UTAMA

Orang Tua Mahasiswa: Data Lapangan dan Data BPSDM Tidak Sesuai

 JAYAPURA – Dalam kroscek data yang dilakukan orang tua mahasiswa penerima beasiswa Otsus, terhadap data BPSDM yang diverifikasi oleh Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) pada (19-21/3) tahun 2023. Ditemukan ketidaksesuaian antara data lapangan dan data BPSDM Papua.

Ketua Forum Komunikasi Orang Tua Mahasiswa Penerima Beasiswa Otsus Papua, John Reba mengatakan, berdasarkan analisis data yang dilakukan sejak 16-17 Juni terhadap 610 data. Ditemukan ada banyak data yang tidak sesuai.

Ditemukan ketidakseuaian antara data lapangan dan data BPSDM Papua diantaranya domisili kabupaten/kota/provinsi tidak sesuai sebanyak 67 mahasiswa. Nama mahasiswa tidak terdapat didalam data BPSDM Papua sebanyak 18 mahasiswa. Satu mahasiswa tercatat sebagai mahasiswa program luar negeri, namun di data BPSDM namanya tercatat di dalam data dalam negeri.

“Ada juga sebanyak 236 mahasiswa ditemukan nomor rekeningnya tidak sesuai atau belum diperbaharui, 16 mahasiswa salah negara studi dan 26 mahasiswa  salah universitas,” terang John kepada wartawan, Rabu (21/6).

John berharap, Kamis (22/6). BPSDM dengan pihak terkait seperti Dinas Pendidikan, Badan  Pengelolaan Keuangan, pihak Dukcapil dan pihak bank bisa hadir untuk memastikan hasil kroscek data yang dilakukan oleh orang tua mahasiswa.

“Kami khawatir apa yang kita temukan salah, sehingga perlu dikonfirmasi lagi dengan pihak terkait. Sehingga perlu kehadiran BPSDM, Dinas Pendidikan, Dukcapil dan pihak lainnya,” ungkapnya.

Disampaikan John, dari jumlah 3.171 mahasiswa di tanah Papua. Sebanyak 30 sampai 40 persen sudah dilakukan kroscek sejak tiga hari terakhir. Setelah ini, masuk ke proses verifikasi dan validasi data yang diperlukan kehadiran BPSDM, Bappeda dan pihak terkait.

“Dari 3 ribuan mahasiswa, yang kuliah di luar negeri mencapai 600 orang dan paling banyak berasal dari Kota Jayapura. Sisanya, kuliah di dalam negeri,” terangnya.

Menurut John, setelah dilakukan pemeriksaan data. Banyak sekali data di Provinsi lain yang salah, sehingga sebagai Provinsi Induk, BPSDM Papua harus bertanggungjawab untuk mengvalidasi kembali data. Termasuk menyampaikan ke lima provinsi lain bahwa ada kesalahan.

“Jika kita tidak  bergerak cepat, saya khawatir nanti proses untuk membayar anak anak akan terlambat,” kata John. (fia/oel)

newsportal

Recent Posts

Lantai Jembatan Banyak Lubang, Terkesan Kumuh dengan Coretan dan Sampah

Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai.  Arus lalu lintas…

8 hours ago

Wali Kota Ajak Perangi Segala Bentuk Perjudian

   Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…

15 hours ago

Tabrak Truk Semen, Pengendara Motor Tewas di Ring Road

Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…

16 hours ago

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

1 day ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

2 days ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

2 days ago