Categories: BERITA UTAMA

Dokter Punya Andil Dalam Pembentukan NKRI

dr. Donald Aronggear, Sp.B (K) ( FOTO: stimewa)

JAYAPURA-Profesi dokter yang adalah suatu pekerjaan kedokteran  dilaksanakan berdasarkan suatu keilmuan, kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan yang berjenjang dan kode etik dalam pelayanan kepada masyarakat memiliki andil yang sangat besar dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Papua, dr. Donald Aronggear, Sp.B (K) mengatakan, sejarah mencatat dokter mempunyai andil yang besar dalam pembentukan NKRI.
Dikatakan, sejarah Kebangkitan Nasional Indonesia  yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, bermula dari pendirian Boedi Oetomo yang digagas oleh para dokter pada saat itu.
Momen tersebut menurut dr. Donald Aronggear yang diperingati Bangsa Indonesia sebagai hari Kebangkitan Nasional.

“Momen ini juga diperingati sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia yang dicanangkan sejak tahun 1908. Sebagai peringatan 112 tahun adalah upaya untuk membangunkan kesadaran para dokter terhadap semangat nasionalisme. Membangkitkan kembali kebangkitan dunia kedokteran khususnya di Indonesia, serta mengembalikan para dokter kepada peran kepemimpinan yang pernah mereka mainkan di garda depan perjuangan bangsa,” ungkap dr. Donald Aronggear kepada Ceposonline, Rabu (20/5).

Sebagai salah satu profesi yang paling diidamkan dan dibanggakan oleh setiap orang tua dan memerlukan perjuangan yg tidak mudah meraih/ mendapat kesempatan menjadi seorang dokter, pada masa era Pandemi Covid-19 ini semakin mempertegas posisi dokter di Indonesia dan seluruh dunia. “Dokter bersama tenaga kesehatan menjadi pilar utama,  garda terdepan dan sekaligus benteng terakhir dalam penanganan Pandemi Covid-19 ,” tuturnya.

Dalam momen Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) Ke-112 , menurutnya seluruh Dokter Indonesia saat ini berjuang dan berjibaku dalam menangani Pandemi Covid-19 baik sebagai garda terdepan yang bertugas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), melakukan testing , tracing kontak dan surveillance epidemiologi maupun yang bertugas di benteng pertahanan terakhir di Faskes Primer (Puskesmas) Rumah Sakit dan lainnya dalam merawat pasien Covid-19. “Semoga Pandemi Ini segara berakhir dan semua tetap sehat dan tetap semangat,” pungkasnya. (nat) 

newsportal

Recent Posts

Laga Pamungkas

Nah sebagai tim tanpa beban ini justru kadang menjadi ancaman bagi kubu tuan rumah karena…

1 day ago

Longsor Susulan di Tembagapura, Dua Honai Hanyut

Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…

2 days ago

Dekai Menghangat, Dua Warga Jadi Sasaran Tembak

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…

2 days ago

Depapre Jadi Basis Perikanan Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…

2 days ago

Pusara Demo Bukan di Papua Harusnya Aksi Menyesuaikan Lokasi

"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…

2 days ago

Cuaca Ekstrem Membayangi Sejumlah Wilayah di Papua

Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…

2 days ago