

Dr. Najamuddin Gani, SH., M. Si. (foto;Karel/Cepos.)
JAYAPURA-Ketua DPP Bidang Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Pejuangan (PDIP), Komarudin Watubun menegaskan PDIP akan menjadi opsisi di pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hal ini kata dia sesuai dengan keputusan Rakernas PDIP yang berkangsung selama dua hari di Ancol Jakarta Utara pada 24-26 mei 2024 lalu.
Menanggapi hal itu Dekan Fakultas Hukum Universitas Yapis Papua (Uniyap) Dr. Najamuddin Gani, SH., M. Si, mengatakan sebagai partai besar PDIP memang harus menjadi oposisi. Tujuannya untuk memperkuat fungsi pengawasan terhadap pemerintah.
“Sikap ini sangat bagus, untuk menjadi penyeimbang bagi pemerintah,” kata Gani sapaan Dekan FH itu, Rabu (19/6).
Karena menurutnya jika semua partai tergabung dalam pemerintahan, maka fungsi pengawasan akan menjadi lemah. Namun jika ada partai yang berani mengambil sikap menjadi oposisi, maka itu akan mendorong jalanya roda pemerintahan yang baik.
Hakikatnya, kata Gani oposisi bergerak untuk mengawal dan mengkritisi kebijakan pemerintah agar berjalan sesuai dengan undang-undang.
Sebab dalam pemilu, partai yang menang akan bisa memiliki kekuasaan. Sedangkan partai yang kalah, akan bertindak sebagai oposisi.
Meski memiliki peran yang berseberangan, menjadi koalisi dan oposisi dalam pemerintahan sama-sama memiliki keuntungan dan kerugian.
Keuntungan menjadi bagian dari koalisi adalah bisa terlibat lebih jauh mempengaruhi arah dan bentuk kebijakan. Namun, partai koalisi masih memiliki keterbatasan untuk mengkritisi lebih jauh kebijakan-kebijakan pemerintah karena komitmen koalisi sebagai pendukung pemerintah atau keterlibatannya yang lebih dalam kebijakan pemerintah.”Saya pikir sikap PDIP ini sangat positif,” ujarnya.
Page: 1 2
Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Jefferdian menjelaskan, perkara tersebut berawal dari pembangunan sarana dan prasarana Aerosport…
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius, mengatakan saat ini pihaknya bekerja sama dengan VTE Aviation…
Kepala BKN Regional IX Papua Nur Hasan mengapreiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak…
Puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Senin (21/9). Mereka…
Akses telekomunikasi di wilayah pelosok Kabupaten Keerom kini semakin terbuka lebar. Sebanyak 74 Base Transceiver…
Dalam arahannya, Noak Wasanggai menegaskan agar seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…