Categories: BERITA UTAMA

Perkuat Konsolidasi dan Upaya Terukur Pembebasan Pilot Susi Air

JAYAPURA–Berbagai upaya yang dilakukan aparat keamanan untuk pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens hingga kini masih berjalan. Pilot asal Selandia Baru ini disandera dengan waktu hampir 5 bulan lamanya.

Yang dilakukan mulai dari negosiasi, pendekatan lewat para tokoh, lewat kepala daerah hingga tokoh agama juga sudah dilakukan namun hingga kini belum menunjukkan hasil signifikan.

Pimpinan kelompok penyandera, Egianus Kogoya masih bersikeras enggan melepas sang pilot hingga permintaan mereka dipenuhi. Permintaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) ini adalah pengakuan segera dari pemerintah Indonesia terhadap kemerdekaan bangsa Papua.

Selain itu KKB pimpinan Egianus ini juga meminta negara – negara seperti Amerika, Australia dan Selandia  Baru ikut mendesak Indonesia agar segera memberikan pengakuan.

Sanksi dari ancaman ini adalah jika tidak direspon maka sang pilot akan dieksekusi atau ditembak. Pihak aparat hingga kemarin masih terus mencoba dengan sangat berhati – hati. Satu tujuannya adalah bagaimana menyelamatkan sandera dalam keadaan selamat.

“Saya minta doanya semoga kami bisa lebih detail untuk melakukan pemetaan  dalam upaya pembebasan sandera,” kata Kasatgas Damai Cartenz, Kombes Pol Faisal Ramdani kepada wartawan, Senin (19/6).

 Kombes Faisal menyampaikan dalam waktu ia dan tim akan melakukan konsolidasi lebih intens dan termasuk dirinya juga akan bergeser ke wilayah yang lebih dekat dengan sasaran. “Kami minta doa dari masyarakat semua untuk usaha kali ini,” katanya.

Kata Faisal besar dugaan jika Egianus dan sang pilot masih pada seputaran di Nduga.  ”Saat ini mereka masih di Nduga dan kami terus mencari tahu dan melakukan upaya – upaya yang terukur agar prosesnya sesuai dengan rencana,” imbuh Faisal.

 Egianus sendiri memberi dateline selama 60 hari untuk pemerintah segera bersikap  sebelum akhirnya ia memutuskan untuk mengakhiri proses penyanderaan dengan mengorbankan sang pilot. ”Semoga saja bisa segera,” tutup Faisal. (ade)

newsportal

Recent Posts

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

7 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

8 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

9 hours ago

Gubernur Papua Tiadakan Penerimaan CPNS

Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…

20 hours ago

3 Hari Berturut-turut Masyarakat Sipil Diserang

Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…

21 hours ago

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

22 hours ago