Categories: BERITA UTAMA

Berharap Generasi Muda mampu Melestarikan Tarian Adat yang Ada di Tanah Papua

JAYAPURA-Tim Sanggar Reimue Kampung Kayo Batu itu nantinya yang akan menyambut kedatangan Presiden, sebelum presiden masuk ke Gedung Papua Youth Crative Hub untuk meresmikan Gedung Papua Youth Crative Hub, selasa (21/3) hari ini.

Ketua Sanggar Reimue Nikolaus Makanuay menjelaskan  tarian yang mereka bawakan ini bernama tari Imbo Cone. Tari Imbo Cone merupakan tarian dari Kampung Kayo Batu, Kota Jayapura Papua,

Makna dari tarianya ini kata dia, adalah suka cita penyambutan tamu, dimana dengan diringi, tarian Imbo Cone, setiap tamu yang hadir akan membawa sukacita bagi tuan rumah itu sendiri.

“Tarian ini maksudnya suka cita penyambutan tamu, terlebih khusus karena, kedatang presiden kali ini, Tim Sanggar Reimue Kampung Kayo Batu, diberi kepercayan untuk menyambut Jokowi, maka oleh, melalui tarian ini kami ingin sampaikan rasa suka cita kami kepada Presiden,” tutur Ketua Tim Sanggar Reimue Kampung Kayo Batu, kepada wartawan senin, (20/3).

Adapun alat musik mengiringi tarian tersebut, diantaranya Tifa dan Triton, dikatakan alat musik Triton, memiliki makna memanggil orang, sedangkan Tifa, selain memanggil orang, juga merupakan alat musik tradisional Papua secara umum, dan khususnya Kampung Kayo Batu.

Selain tifa dan Triton, para penari juga diriasi dengan berbagai perhiasan seperti, tampak dibagian kepala masing masing tim sanggar tersebut mengenakan mahkota, (mah cawa hoha), selain itu mereka juga mengenakan kalung (Henare).

Nikolaus Makanuay menyebut Tim Sanggar Reimue Kampung Kayo Batu terdri dari 14 orang anggota, jumlah yang ada menurutnya berdasarkan permintaan panitia, tapi sesungguhnya Tarian penyambutan ini tidak membatasi jumlah.

“Kalau mau 100 orang juga bisa, karena tarian Imbo Cone, tidak mebatasi jumlah anggota, selain itu karena maknannya bersuka cita sehingga kalau jumlah anggota lebih banyak, maka tamu yang datangpun akan lebih bersuka cita,” ungkapnya.

Dikatakan Nikolaus Makanuay sebelum tarian ini dipentas, mereka telah melalui persiapan yang matang, bahkan menurutnya dengan latihan yang masif selam ini, dirinya yakin akan tampil lebih baik.

“Karena ini merupakan tarian adat, jadi tidak dilatih pun tidak jadi masalah, karena ini sudah mendarah daging pada setiap orang Kampung Yao Batu, tapi kali ini demi memberikan yang terbaik untuk tamu undangan, maka kami selama ini latihannya hampir setiap hari,” tuturnya.

Nikolaus Makanuay berharap kehadiran presiden ditanah Papua, membawa dampak besar untuk pembangunan Papua, serta ia pun berharap agar generasi muda Papua mampu melestarikan tarian adat yang ada di Tanah Papua. (fia/ade/rel/wen)

newsportal

Recent Posts

Tuntut Keadilan, IPMADO Beberkan Sejumlah Pelanggaran di Dogiyai

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…

1 hour ago

Pengunjung Beralih ke Kafe Pantai Holtekamp, Pemkot Cari Solusi Untuk Benahi

Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…

2 hours ago

Pasca Penembakan, Enam Kapal Logistik Dikawal Ketat

Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…

12 hours ago

14 Pelaku Kerusuhan di Stadion LE Ditahan

Dari kerusuhan ini, sebanyak 14 orang telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan dan…

13 hours ago

Polres Dogiyai Pastikan Korban Tewas Anggota KKB

Menurut Denis, tindakan penegakan hukum itu dilakukan sebagai respons atas serangkaian gangguan keamanan di jalur…

14 hours ago

Hindari Konflik, Fokus Cari 26 Korban Hanyut

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan kondisi seperti ini memang sangat merugikan dan…

14 hours ago