Categories: BERITA UTAMA

Papeda, Khas Papua Jadi Tema Google Doodle, Apa Istimewanya?

Dalam sejarahnya, papeda dikenal luas dalam tradisi masyarakat adat Sentani dan Abrab di Danau Sentani dan Arso, serta Manokwari. Makanan ini kerap hadir pada saat acara penting yang sedang berlangsung di wilayah-wilayah tersebut. Sehingga, papeda masuk dalam daftar kuliner bersejarah yang dibuat dalam tradisi masyarakat setempat.
Seperti sudah disinggung di atas, Papeda terbuat dari sagu, yang merupakan jenis tepung yang diperoleh dari olahan teras batang pohon rumbia (Metroxylon sagu). Pohon yang bisa mencapai tinggi 20 hingga 30 meter ini termasuk dalam keluarga palem-paleman atau pisang-pisangan.
Karena membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya, pohon rumbia umumnya bisa ditemukan di daerah rawa air tawar, aliran sungai, atau lahan basah lainnya.
Pohon rumbia sendiri memiliki banyak manfaat, misalnya daun rumbia kering yang digunakan untuk atap rumah, buah rumbia yang bisa dikonsumsi, pohonnya yang bisa menyerap karbondioksida, hingga sari patinya yang bisa diolah menjadi sagu.
Karena sari pati yang akan digunakan terdapat di batang, maka semakin panjang dan berat batang tersebut, semakin banyak pula tepung sagu yang dihasilkan. Satu pohon rumbia bisa menghasilkan sekitar 150 hingga 300 kg tepung sagu.
Dirangkum dari berbagai sumber kesehatan, bahan makanan yang satu ini juga aman untuk penderita diabetes. Sagu juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh serta mengurangi resiko kegemukan, kanker usus, dan kanker paru-paru
Di Papua, sagu memiliki posisi penting dan sangat dihormati karena menjadi sumber energi dan bahan makanan pokok. Beberapa masyarakat adat percaya bahwa sagu merupakan penjelmaan manusia. Bahkan beberapa suku memiliki nama tertentu untuk sagu, misalnya Suku Yaur menyebut sagu dengan nama Moore dan Suku Moi menyebutnya Hi.
Karena keistimewaannya, tak heran, Papeda sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Provinsi Papua Barat.(*)
Sumber : Jawapos

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Sering Kesemutan di Tangan atau Kaki? Ini Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara MengatasinyaSering Kesemutan di Tangan atau Kaki? Ini Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Mengatasinya

Sering Kesemutan di Tangan atau Kaki? Ini Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Mengatasinya

Kesemutan terjadi ketika saraf mendapatkan tekanan dalam waktu lama atau aliran darah ke saraf terhambat.…

11 hours ago

Dari Buku Bawa Misi Lain, Putuskan Mata Rantai Pernikahan Dini

Warga mengenal lokasi tersebut sebagai Taman Baca Masyarakat (TBM) Cahaya. Bukan sekadar tempat meminjam buku,…

12 hours ago

Jadi Tersangka, Eks Jampidsus Febrie Dijerat Pasal Berlapis

Bukan hanya diduga melanggar beberapa aturan sekaligus, dia juga dijerat dengan beberapa pasal berbeda. ”Pasal…

13 hours ago

KPK Siap Masuk Usut Febrie Adriansyah

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan, mekanisme pengambilalihan perkara telah diatur dalam…

14 hours ago

Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Masih Terjadi, Sebenarnya Ada Apa?

Pengusutan perkara juga tidak seharusnya dianggap sebagai upaya melemahkan institusi strategis negara. Penegakan hukum yang…

15 hours ago

Saling Kecam, Selat Hormuz Ditutup Lagi

Penutupan Selat Hormuz menjadi eskalasi paling serius dalam konflik kedua negara dan berpotensi mengguncang pasar…

16 hours ago