Categories: BERITA UTAMA

Bantah Gubernur Papua Dideportasi Singapura

JAYAPURA- Juru Bicara Gubernur Muhammad Rifai Darus, S.H., M.H mengungkapkan bahwa   Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe mempertanyakan tentang serbuan hoax yang membabi buta dan ditujukan kepada  Lukas Enembe, baik selaku Kepala Daerah maupun sebagai Warga Negara Indonesia.

   Jubir Rifai Darus, menyebut  seakan tidak pernah musnah, hoax terhadap Gubernur Papua. Bahkan kian hari terus bereskalasi dan cenderung subversif. “Perlu diinformasikan bahwa hoax yang beredar hari ini adalah mengenai “Gubernur Papua dideportasi oleh Singapura.” Kami menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar,” tegas Rifai dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (19/5)

   Menurutnya, kelompok pembuat dan penyebar hoax menggunakan teknik imposter content (konten tiruan) dan fabricated content (konten palsu) dalam memproduksi konten hoax tersebut.

“Kami menemukan bahwa berita yang tersebar menggunakan “screen capture” atau tangkapan layar (bukan berupa link/tautan sebuah website).

  Konten gambar tersebut memuat berita yang dipublikasikan oleh seolah-olah media Detiknews.com dan bahkan sampai memanipulasi tampilan laman website resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura,” terangnya.

   Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, kedua gambar yang disebar secara masif tersebut merupakan hasil edit yang ditujukan untuk mengelabui para pembaca melalui pencantuman logo dan konten dari salah satu media nasional yang besar dan juga mengimitasi laman website Kementerian Dalam Negeri Singapura. “Kami meminta agar masyarakat dapat bijak apabila menerima kiriman pesan seperti itu,” imbaunya.

   Gubernur Lukas Enembe berujar bahwa tindakan pelaku pembuat dan penyebar hoax ini tampaknya terlalu arogan dan sudah diluar nalar. Perbuatan yang mereka lakukan dengan membawa “Kementerian Dalam Negeri Singapura” dalam pusaran konten hoax tentu akan membuat malu bangsa kita di mata pergaulan regional ASEAN.

   Gubernur memohon kepada aparat penegak hukum untuk dapat bergerak dengan cepat dalam menemukan kelompok subversif ini.”Mereka sudah secara nyata merusak nama baik Negara Indonesia, Provinsi Papua dan Kepala Daerah Provinsi Papua serta merendahkan martabat seseorang dan membohongi pikiran banyak orang,” tegasnya.

   Menurut Rifai, kondisi penyebaran hoax seperti ini tentunya menghadirkan paranoid bagi banyak pihak, sebab jika pejabat negara atau pejabat daerah saja dapat dengan mudah dirusak reputasinya dengan berita hoax, lantas bagaimana negara dapat melindungi rakyat secara umum?

   “Apabila kelompok pembuat dan penyebar hoax tidak segera ditindak, tidak hanya stabilitas politik yang terganggu melainkan peradaban suatu bangsa mungkin saja menjadi terhambat dan akan selalu jalan di tempat,” pungkasnya. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Dua Bersaudara jadi Korban Curas di Kampung Tulem

Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…

30 minutes ago

Rumah Sakit Pengampu Nasional dan Regional Cek Langsung RSUD Merauke

Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…

2 hours ago

Mimika Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang

Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…

3 hours ago

Belasan OPD Absen, Wali Kota Beri Sinyal Ganti

Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…

4 hours ago

11 SPPG Masih Dibekukan, Program MBG Macet?

Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…

5 hours ago

Demi Harga Diri

Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…

6 hours ago