Categories: BERITA UTAMA

Papua Darurat Kekerasan Seksual

JAYAPURA-Papua darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, hal ini tidak terlepas dari beberapa peristiwa yang terjadi di Papua belakangan ini. Mirisnya, pelaku adalah orang orang terdekat korban.

Belum lama ini di Kabupaten Merauke, ayah kandung menghamili anaknya sendiri. Bahkan, sang anak sudah melahirkan sebanyak dua kali. Kasus ini diketahui setelah ibu angkat korban melaporkan kejadian ini di Polsek Kurik pada awal Januari lalu.

Kasus lainnya, seorang oknum prajurit TNI Yonif 757/Ghufta Vira Merauke berinisial Prada HT diduga melakukan pemerkosaan terhadap seorang perempuan di Merauke pada awal Januari lalu.

Direktur LBH Apik Jayapura Nur Aida Duwila menyampaikan, pada tahun 2021 lalu, peningkatan kasus menjadi polemik buat LBH Apik sendiri. “Darurat kekerasan seksual itu terjadi di Papua karena korban lebih dari satu. Mirisnya pelaku adalah orang-orang terdekat korban,” tegas Nona panggilan akrabnya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (19/1).

“Di kota saja sudah seperti ini, bagaimana dengan kondisi perempuan dan anak yang ada di  daerah konflik,” sambungnya.

Untuk itu lanjut Nona, ketika DPR sahkan Rencangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) sebagai beleid resmi usulan DPR, Selasa (18/1) menjadi angin segar bagi dirinya.

“Kami jaringan masyarakat sipil mendorong RUU TPKS segera disahkan setelah resmi diusulkan DPR. Dengan begitu, pelaku kekerasan seksual bisa dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku dan korban bisa dipulihkan,” tegasnya

Dijelaskan Nona, dalam RUU TPKS bukan saja bicara tentang bagaimana penanganan terhadap korban dalam proses hukum. Melainkan juga dalam pemulihan terhadap korban kekerasan seksual.

“Dalam kasus pemerkosaan atau pelecehan seksual jika korbannya meninggal harusnya pelaku juga dihukum mati dengan begitu rasa keadilan terpenuhi, tapi Indonesia tidak menganut paham itu,” kata Nona.

Terkait dengan tewasnya seorang perempuan paro baya di Koya Koso yang diduga korban pemerkosaan, Nona mengutuk kejadian tersebut. Begitupun dengan kejadian di Merauke atau daerah manapun. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Tak Terima Anggota Keluarganya Meninggal, Seorang Pria Dikeroyok Hingga Babak Belur

Polsek Kurulu saat ini mulai melakukan pendalaman terhadap dugaan kasus pembunuhan yang berujung pada penganiayaan…

42 minutes ago

Owen Sebut 3 Paslon Ketum PSSI Papua Figur Hebat

Owen berharap siapapun yang terpilih nantinya bisa meningkatkan prestasi sepakbola Papua. Saat ini, Komite Pemilihan…

3 hours ago

Persipura Batasi Kuota Tiket Kontra Adhyaksa FC

Manajemen Persipura Jayapura dipastikan tidak menjual tiket sesuai kapasitas maksimal Stadion Lukas Enembe pada laga…

4 hours ago

Ketum Ajak Merahkan Lagi Stadion Lukas Enembe

Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendukung…

5 hours ago

PFA Cari Bakat 2026, Keliling Tanah Papua Bidik Talenta Sepak Bola Masa Depan Timika

Menurut keterangan resminya diterima media ini, Senin (4/5/2016) sore, Direktur Akademi PFA, Coach Wolfgang Pikal,…

6 hours ago

Staf Ahli DPRK Mimika Jadi Korban Begal

Insiden ini terjadi saat korban dalam perjalanan pulang menuju kediamannya di tengah guyuran hujan deras.…

7 hours ago