“Misalnya umbi-umbian atau ikan kuah, itu harus dimasukkan karena di Kota Jayapura makanan lokal seperti ini sudah melekat pada lidah anak-anak. Mereka tumbuh dengan makanan itu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran program MBG idealnya tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki dampak sosial-budaya. Melalui penyajian menu berbasis pangan lokal, anak-anak dapat belajar mencintai dan melestarikan makanan khas dari daerahnya masing-masing. “Ini penting agar di tengah gempuran perkembangan zaman, adat dan budaya tidak dilupakan oleh anak-anak muda Papua,” tegasnya.
Christian juga mengingatkan agar bahan pangan yang dipakai dalam MBG sebaiknya dibeli dari para petani dan nelayan lokal, bukan dari pasar modern. Langkah ini, menurutnya, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan membuka peluang pemberdayaan.
Lebih jauh, ia menyarankan agar BGN juga memberikan kesempatan kepada masyarakat Papua, terutama pelaku usaha lokal, untuk ikut terlibat dalam pengelolaan dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG). Menurutnya, pelibatan masyarakat lokal akan memberikan dampak ekonomi langsung dan memperkuat keberlanjutan program.
“Banyak pengusaha lokal di Kota Jayapura. Kasih ruang kepada mereka untuk mengelola dapur SPPG. Ini penting bukan hanya soal gizi anak, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, dalam pertemuan bersama warga (ruang pablik) menjelaskan bahwa pembayaran…
Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat hutan sendiri. Tahun 2000 menjadi titik awal perjalanan. Bermodalkan…
Bagaimana tidak, dalam keadaan mabuk ia menggunakan pisau berupaya menikam seorang pemuda berinisial DP yang…
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Papua, Izharul mengatakan, lonjakan penerimaan tersebut terutama ditopang oleh…
Mereka menuntut agar tahanan dari kelompok Dang yang sebelumnya ditangkap oleh aparat keamanan segera dibebaskan…
Menurutnya, posisi strategis Papua yang kaya akan keindahan alam, budaya, dan destinasi wisata kelas dunia…