Categories: BERITA UTAMA

Umumkan Hasil Kerja TGPF Hari Ini

Komnas HAM Masih Simpulkan Temuan Investigasi Penembakan Pendeta Yeremia

JAKARTA, Jawa Pos – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya sudah menyelesaikan tugas di Papua. Namun, keduanya belum menyampaikan kesimpulan hasil investigasi yang mereka lakukan. Komisioner Komnas HAM Chairul Anam menyatakan bahwa mereka masih butuh waktu untuk mengelola hasil investigasi peristiwa penembakan Pendeta Yeremia Zanambani.

Komisioner Komnas HAM Chairul Anam

Menurut Anam pihaknya sudah mendapat banyak data. Mulai keterangan saksi-saksi, bukti, dan informasi pendukung yang diyakini dapat mengungkap peristiwa tersebut secara terang. ”Komnas HAM akan mengelola seluruh data yang ada untuk menyusun kesimpulan yang lebih solid,” terang dia kepada awak media. Dia memastikan, Komnas HAM juga akan menguji temuan tersebut dengan keterangan para ahli.

Anam memang belum mengungkap apa saja keterangan saksi yang diperoleh. Kemudian bukti-bukti dan informasi pendukung yang mereka dapat di lokasi kejadian. Yang pasti, terang dia, tim investigasi Komnas HAM sudah melaksanakan rekonstruksi peristiwa penembakan Pendeta Yeremia serta olah tempat kejadian perkara (TKP). ”Melakukan pemantauan dan penyelidikan terhadap kematian Pendeta Yeremia,” tambah dia.

Selain itu, Anam menyebutkan bahwa pihaknya sudah menemukan fakta yang menunjukkan bahwa peristiwa penembakan Pendeta Yeremia tidak berdiri sendiri. ”Terdapat rentetan peristiwa lain yang terjadi sebelumnya,” ujarnya. Semua bakal diungkap setelah Komnas HAM menyimpulkan hasil temuan mereka. Bersamaan dengan langkah tersebut, mereka juga akan memenuhi permintaan pihak keluarga untuk pendampingan autopsi.

Sebagaimana disampaikan oleh TGPF Intan Jaya yang dipimpin oleh Benny Mamoto, jenazah Pendeta Yeremia bakal diautopsi. Pihak keluarga memberi mereka izin dengan catatan autopsi harus didampingi oleh instansi-instansi lain seperti Komnas HAM. Sementara itu, Benny menyatakan bahwa timnya sudah menuntaskan tugas investigasi sesuai dengan perintah Menko Polhukam Mohammad Mahfud MD.

Benny mengakui bahwa 14 hari atau dua pekan merupakan waktu yang sangat pendek untuk menginvestigasi peristiwa kekerasan dan penembakan di Intan Jaya. Namun demikian, waktu tersebut dapat mereka maksimalkan. Meski satu di antara anggota tim investigasi lapangan menjadi sasaran dan korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Rencananya laporan timnya akan disampaikan langsung oleh Mahfud hari ini (19/10).

Pria yang sehari-hari bertugas sebagai ketua harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) itu menyatakan, semua temuan yang diperoleh timnya sudah disampaikan kepada Mahfud selaku penanggung jawab TGPF Intan Jaya. ”Menyangkut capaian tim akan disampaikan langsung oleh Pak Menko Polhukam pada hari Senin,” imbuhnya. Serupa dengan Komnas HAM, TGPF juga sudah melakukan olah TKP dan mengumpulkan banyak keterangan.

Bukan hanya dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian, TGPF Intan Jaya juga menanyai sejumlah tokoh. Mulai tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, sampai pihak-pihak yang terlibat dalam pembentukan Kabupaten Intan Jaya. Semua tokoh tersebut sengaja mereka temui guna mencari data dan informasi yang lebih komprehensif. Sehingga hasil kerja mereka juga lebih lengkap dan menyeluruh. (syn/JPG)

newsportal

Recent Posts

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

5 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

6 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

8 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

9 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

10 hours ago

BPKAD dan Bapperida Harus Evaluasi Ketat Serapan APBD 2026

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…

11 hours ago