

Sekretaris Barisan Merah Putih, Yonas Nusi.
JAYAPURA – Terkait dengan ajakan untuk mengibarkan bendera Bintang Kejora pada 19 Oktober (hari ini) tak hanya ditanggapi oleh Wakil Ketua I DPR Papua, DR Yunus Wonda melainkan muncul juga dari Sekretaris Barisan Merah Putih (BMP), Yonas Nusi.
Disini Nusi lebih tegas dengan meminta kelompok Negara Federal Republik Papua Barat (NFRPB) untuk tidak memprofokasi masyarakat guna menaikkan bendera yang akhirnya masyarakat harus diperhadapkan dengan hukum.
Selain itu dengan adanya pengibaran bintang kejora paling tidak akan mengganggu stabilitas keamanan di daerah. Padahal menurutnya tidak lama lagi Papua akan menggelar event nasional dan kesan bahwa Papua aman kondusif harusnya dijaga, bukan sebaliknya. “Ini kita bicara umum saja, kalau akhirnya ada yang kibarkan lalu ditangkap, siapa mau tanggungjawab? Anak istri yang ditinggalkan bagaimana,” cecar Yonas Nusi melalui ponselnya, Ahad (18/10).
Ia mengatakan tak perlu membuat Papua justru terlihat kerdil karena orang akan cemas. Ketika kondisi Papua saat ini sudah tenang, seharusnya ini dijaga, bukan justru melahirkan kontrofersi dan dirinya berharap masyarakat tidak terprofokasi.
“Selain itu kelompok ini juga tidak bersatu, banyak faksi dan dari semua tujuannya rakyatlah yang akan jadi korban karenanya saya pikir pihak keamanan harus meminta pertanggungjawaban. Polda Papua perlu melakukan koordinasi sekaligus memberikan paham bagaimana aturan mainnya,” jelasnya.
Saat ini lanjut Yonas, Papua sudah tenang dan yang perlu dilakukan adalah bagaimana mengawal pembangunan. Lalu dalam rangka persiapan peresmian stadion yang baru sebaiknya menenangkan diri untuk fokus. “Kami putera puteri pejuang Trikora dan Pepera kami tidak akan terima ada yang membuat Papua tak kondusif. Kalau ada yang dirasa tidak tepat dan mengganjal silahkan datang ke pemerintah tapi jangan buat gerakan yang justru bisa menimbulkan korban bagi rakyat,” pungkas Yonas. (ade/NAT)
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…