

Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati emanuel Kemong, tengah membuka pintu mobil kepada seorang pasien OAP yang selesai menjalani rawat inap di RSUD Mimika dan hendak diantar pulang menggunakan transportasi online Maxim yang sudah digandeng oleh RSUD Mimika untuk Program Sa Antar Ko. (Foto: Cenderawasih Pos/Moh. Wahyu Welerubun).
MIMKA – Pemkab Mimika melalui RSUD Mimika meluncurkan program Sa Antar Ko. Peluncuran ini dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob dan Emanuel Kemong, dan dihadiri jajaran unsur Forkopimda di lobi RSUD Mimika, Kamis (17/7).
Adapun Program Sa Antar Ko merupakan suatu layanan yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui RSUD Mimika bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk memberikan layanan transportasi kendaraan antar pulang pasien OAP secara gratis setelah menjalani rawat inap.
Direktur RSUD Mimika, Anthonius Pasulu dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan juga berkeadilan sosial.
Layanan ini dihadirkan untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan yang berkelanjutan serta membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat Orang Asli Papua OAP yang sakit dan hendak menjalani rawat inap di RSUD.Dalam program tersebut, RSUD Mimika bekerja sama dengan jasa transportasi online Maxim yang merupakan satu-satunya jasa transportasi online di Kabupaten Mimika. Program pelayanan tersebut hadir karena menurut Anthonius, akses kendaraan layanan lanjutan pasca rawat inap selalu menjadi kendala.
Page: 1 2
Pernyataan inipun memantik amarah dari berbagai pihak terutama pengurus MRP dan beberapa pihak yang menegaskan…
Menurut Taufik Latarissa, selain kapal mereka ditangkap, para nelayan tersebut dianiaya kemudian meminta tembusan Rp…
Namanya Hurbianus Mirip. Hurbianus tergabung dalam Kodap III D Dulla tewas dalam operasi gabungan Satgas…
Manusia mungkin hanya mampu menangkap sebagian kecil dari fenomena itu. Namun hakikatnya, seluruh ciptaan berada…
Penjaga sekaligus pemilik Pantai Holtekamp Orgenes Merauje mengaku gelombang tinggi di sepanjang pantai Holtekamp terjadi…
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…