

Todd Rivaldo Ferre (FOTO:Erik / Cepos)
JAYAPURA – Manajemen Persipura Jayapura kembali melepas satu pemainnya, kali ini Persipura melepas wonderkid mereka, Todd Rivaldo Ferre. Kepastian itu disampaikan oleh Media Officer Persipura, Eveerth Joumilena dalam rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos, Selasa (19/4).
Kata Dhoto, sapaan akrabnya, Todd Ferre sejatinya masih terikat kontrak hingga tahun 2023. Namun manajemen harus melepas punggawa Timnas Indonesia itu dengan berbagai pertimbangan.
“Todd Ferre sebenarnya sudah lama mau pamit, tahun lalu juga dia sudah mau pamit ke klub lain tapi terkendala kontraknya masih jalan,” ungkap Dhoto dalam rilisnya.
“Sekarang juga kontraknya masih jalan tapi dari manajemen sengaja kita lepas karena berbagai pertimbangan, banyak situasi di luar yang tidak bisa kita kendalikan, jadi kalau kita pertahankan akan sulit buat kita dan juga buat dia,” ujarnya.
Dirinya berharap, dengan bakat potensial yang dimiliki oleh Todd Ferre bisa sukses bersama klub barunya.
“Secara teknik dan skill dia pemain yang bagus dan potensial, dia sangat bisa berkembang terus, kita berharap dia bisa lebih matang dan dewasa di klub baru, kita doakan selalu yang terbaik buat dia,” ucapnya.
Sebelumnya Todd Fere pada 24 November lalu dijatuhi sanksi bermain selama satu tahun karena melontarkan kata-kata yang tidak pantas terhadap wasit. Keputusan Kondis tersebut ketika itu menbuat lini depan Persipura krisis. Sang pelatih Alfredo Vera sempat mengungkapkan disanksinya mantan pemain Persipura U-19 itu sebagai suatu kerugian besar.
Kemudian hari ini, manajer Persipura yang baru, Yan P. Mandenas juga dijadwalkan tiba di Jayapura. Selain melakukan reses untuk Dapil Papua, Mandenas juga diagendakan bertemu dengan Presdir PT Freeport dan Dirut Bank Papua terkait Persipura. Selain itu, Mandenas juga dijadwalkan akan melakukan konsolidasi dengan komunitas Persipura mania, dan tokoh-tokoh adat Port Numbay terkait Persipura. (eri/wen)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…