Categories: BERITA UTAMA

Hujan Deras, Tiga Perumahan di Sentani Terendam

Namun yang paling terasa adalah perumahan Qaliwe yang juga berdekatan dengan anak sungai atau kali kecil yaitu kali Qaliwe, yang  meluap cukup tinggi hingga menutup pembuangan drainase dari BTN Griya Qaliwe.

Membuat air kembali merendam rumah warga, kondisi terparah berada di Jalur E dan F sekitar 70 unit rumah terendam, sebagian warga terpaksa mengungsi akibat luapan air tersebut.

Seperti yang diungkapkan Iptu Musa Ayakeding, Kanit Reskrim Polsek Sentani Kota menjelaskan, pada saat cura hujan pada Minggu dinihari pukul (01.00) WIT, – (02.30) WIT, BTN Griya Qaliwe sudah terendam air, hingga subuh tinggi air capai kurang lebih 2 meter.

“Dengan kondisi tersebut sebagian warga langsung mengungsi, ada yang ke Doyo Lama, Pasar Lama hingga mengungsi ke Kota Jayapura di Hamadi, mereka mengungsi ke rumah keluarga, dari data yang kami terima sekitar 70 rumah terendam air dan 60 KK yang kondisinya paling parah sehingga diharuskan untuk mengungsi,”katanya lagi.

Selain itu, untuk BTN Griya Rovelle juga dua bloknya ikut terendam yaitu Blok.A5 sekitar 5 KK dan Blok A4 sekitar 11 KK yang terdampak banjir tersebut.

Mengatasi hal tersebut, pihaknya juga telah melakukan pengerukan aliran kali Qaliwe,  yang juga merupakan aliran pembuangan drainase dari kedua kompleks yang terendam banjir.

“Sementara untuk membuka pembuangan baru, sehingga tembus pembuangan perumahan BTN Joko Indah, dampaknya 15 KK di BTN Gajah Mada akan habis terendam,” jelasnya.

Diakuinya, untuk BTN Gajah Mada sudah ada talud yang dibangun oleh swadaya masyarakat, tetapi karena hujan beberapa jam tersebut, membuat talud tersebut jebol, dan air memasuki rumah warga.

“Tim kami sudah mengecek, ada 15 KK yang terdampak dari hujan tersebut, namun mereka memilih untuk menetap di perumahan  masing-masing,” terangnya.

Dijelaskannya, untuk mengatasi kondisi serupa, harus ada pembangunan tanggul untuk menampung air dari anak-anak sungai yang ada, dan jangka pendek diharapkan kepada setiap warga untuk rajin membersihkan drainase masing-masing, dan jangan ada penumpukan sampah. Sehingga pada saat hujan, sampah-sampah tersebut tidak menghalangi jalur air.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Palang SD dan SMP di Yoka Akhirnya DibukaPalang SD dan SMP di Yoka Akhirnya Dibuka

Palang SD dan SMP di Yoka Akhirnya Dibuka

Meski resmi dibuka beberapa catatan penting yang dapat dipetik dari hasil mediasi dari kedua belah…

4 hours ago

Sembilan Hari Hilang, Dua Nelayan Jayapura Belum Ditemukan

Humas Kantor SAR Jayapura, Silvia Yoku, mengatakan pencarian telah dilakukan hingga mendekati perairan perbatasan Papua…

5 hours ago

Jembatan Merah Gelap Gulita, Warga Mengeluh

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan…

6 hours ago

Ada Puluhan ASN Terlibat Konflik Kwamki Narama

Penjabat (P) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan bahwa dalam konflik tersebut ternyata…

7 hours ago

Laka Lantas Berujung Maut, Staf Bank Papua Tewas Dikeroyok

Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samomsabra, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sebuah mobil Mitsubishi Triton warna…

8 hours ago

Remaja Dilaporkan Hilang, Ternyata Enggan Pulang

Kapolsek Muara Tami, AKP H. Zakarudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memastikan keberadaan Petrus. Namun, yang…

9 hours ago