Categories: BERITA UTAMA

KKB dan Aparat Keamanan Saling Tuding

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal

*Terkait Terbakarnya Tempat Ibadah di Opitawak 

JAYAPURA-Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Tembagapura dan aparat keamanan saling tuding terkait terbakarnya salah satu rumah ibadah di kawasan Opitawak Distrik Tembagapura, pada (12/3) lalu.

Dari aparat keamanan menuding, rumah ibadah tersebut dibakar oleh KKB sementara dari pihak KKB melalui Juru Bicara (Jubir) TPNPB-OPM Sebby Sambom justru curiga dan meyakini bahwa pembakaran tempat ibadah tersebut adalah permainan militer dan Polisi Indonesia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyebutkan, pihaknya memiliki bukti bahwa pembakaran tersebut dilakukan KKB yang selama ini menjadikan tempat ibadah sebagai pos untuk bersembunyi dari kejaran aparat keamanan TNI-Polri di Tembagapura.

Kamal sangat menyayangkan tindakan KKB yang mengalihfungsikan tempat ibadah masyarakat menjadi pos. Dirinya juga menyayangkan tindakan KKB yang membakar tempat ibadah. “Tempat ibadah yang  merupakan rumah Tuhan, tidak seharusnya dibakar, melainkan dijaga dan disucikan,” ucap Kamal saat ditemui wartawan di Mapolda Papua, Rabu (18/3). Kabid Humas sempat memperlihatkan tempat ibadah yang terbakar melalui telepon selulernya dan terlihat ada satu anggota KKB yang berada di lokasi saat tempat ibadah tersebut terbakar.

“Anggota kami akan terus melakukan penegakan hukum terhadap anggota KKB yang meresahkan warga. Pasca kejadian tersebut saat ini situasi keamanan di Distrik Tembagapura aman dan kondusif,” tuturnya. Disinggung antisipasi Polda sebagaimana KKB sudah menyerang aktivitas publik, Kamal menyebut anggota sudah ada di beberapa titik di Tembagapura.

“Ribuan personel sudah disebar di sepanjang lereng Tembagapura. Mereka membuat banteng untuk mencegah kelompok ini agar tidak menganggu ke area freeport,” ungkapnya.

Kabid Humas menyebut, ada 6 kelompok yang berada di Tembagapura. Namun dari enam kelompok tersebut sebagian sudah mundur.

Sementara itu, rilis yang diterima Cenderawasih Pos dari Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom justru curiga dan meyakini bahwa pembakaran gereja tersebut adalah permainan militer dan Polisi Indonesia.

“Tujuannya memojokan TPNPB dan OPM, jadi bakar-bakar rumah masyarakat dan gereja. Itu kejahatan militer dan Polisi Indonesia. Permainan seperti ini sudah biasa dilakukan dan ini bukan hal baru tetapi sejak tahun 1960,” ucap Sebby melalui rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos, Rabu (18/3).

Lanjutnya, jikalaupun TNI-Polri menuduh bahwa TPNPB dan OPM yang melakukan pembakaran tersebut. Harusnya buktikan secara hukum dan dilengkapi dengan bukti-bukti dan saksi hingga di sana akan nyata bahwa siapa yang benar. 

“Jadi kalau mau tentukan pelaku pembakaran gereja, Indonesia harus izinkan tim independence yang masuk investigasi yaitu Komisi HAM bersama Komnas HAM Papua. Sehingga TNI-Polri jangan asal menuduh,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom Tertibkan Bangunan di Kawasan Hijau Trans Papua

Pemerintah Kabupaten Keerom mulai mengambil langkah tegas terhadap keberadaan bangunan permanen maupun semipermanen yang berdiri…

8 hours ago

RD Akui Calon Lawan Sangat Kuat di Playoff

Fase grup kini hanya menyisakan 1 pertandingan, sekaligus menjadi partai penentu puncak klasemen. Persipura akan…

9 hours ago

Masyarakat Sipil Jadi Korban Gas Air Mata

Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan terjadi di kawasan tersebut mengakibatkan aparat kepolisian terpaksa…

10 hours ago

Ricuh di Waena, Tertib Di Abepura

Meski sempat terjadi negosiasi antara demonstran dan pihak kepolisian, namun tidak mendapat titik temu. Aparat…

11 hours ago

Salib Hitam Bentuk Protes Mahasiswa

Kepada Cenderawasih Pos, Lenius selaku Negosiator Somap USTJ mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan pihaknya sebagai…

12 hours ago

Buron Selama 4 Hari, Pelaku Aniaya Kepsek di Mappi Akhirnya Diringkus

Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…

13 hours ago