

Methodius Kossay (foto:Robert Mboik Cepos)
JAYAPURA – Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka pada Rabu dan Kamis (17–18/9) di Propinsi Papua memicu banyak spekulasi dari kalangan masyarakat.
Ini lantaran jadwal kunjungan dari orang nomor dua Indonesia itu bertepatan dengan sidang putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemungutan Suara Ulang (PSU) gubernur dan wakil gubernur Papua atau sidang putusan Perkara Nomor 328/PHPU.GUB-XXIII/2025 yang di jatwalkan hari ini, Rabu (17/9).
Tak sedikit yang menilai kunjungan dari wakil presiden tersebut mempunyai misi khusus, salah satu diantaranya untuk meredamkan suasana di tengah tinginya tensi politik di Papua. Menanggapi itu, Dosen Hukum Stikom Semarang sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Methodius Kossay menyebut kunjungan wapres ke Papua merupakan hal yang biasa. Hanya kebetulan bertepatan dengan waktu pengumuman.
Sebutnya tujuan keadatangan wapres di Papua merupakan tugas dinas untuk meninjau secara langsung dan lebih dekat dengan masyarakat mengenai situasi dan kondisi di Papua.
“Kunjungan Wapres ini merupakan kunjungan perdana sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu. Patut diapresiasi mengingat kondisi Papua yang masih diselimuti kompelksitas persoalan,” kata Methodius dalam keterangan tertulisnya.
Page: 1 2
Kejadian pada Minggu (8/3) malam itu akhirnya ramai menyedot perhatian publik. Dalam video siaran langsung…
Sejumlah titik yang terdampak adalah Kali Acai dan kawasan Pasar Youtefa, Distrik Abepura serta Organda,…
Pelaku berinisial AJW tersebut kini diamankan dan ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Merauke untuk…
Menurutnya, kasus ini sebenarnya telah diketahui oleh ibu korban. Bahkan untuk melindungi anaknya, sang ibu…
Hal ini dilakukan BGN untuk memperkuat keterbukaan informasi kepada masyarakat, sekaligus menjadi mekanisme kontrol agar…
Kobak ditangkap oleh tim Satgas Gakkum pada Sabtu (7/3) sekitar pukul 16.44 WIT di area…