Categories: BERITA UTAMA

Yakin Tak Ada Misi Khusus

JAYAPURA – Kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka pada Rabu dan Kamis (17–18/9) di Propinsi Papua memicu banyak spekulasi dari kalangan masyarakat.

Ini lantaran jadwal kunjungan dari orang nomor dua Indonesia itu bertepatan dengan sidang putusan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemungutan Suara Ulang (PSU) gubernur dan wakil gubernur Papua atau sidang putusan Perkara Nomor 328/PHPU.GUB-XXIII/2025 yang di jatwalkan hari ini, Rabu (17/9).

Tak sedikit yang menilai kunjungan dari wakil presiden tersebut mempunyai misi khusus, salah satu diantaranya untuk meredamkan suasana di tengah tinginya tensi politik di Papua. Menanggapi itu, Dosen Hukum Stikom Semarang sekaligus Pengamat Kebijakan Publik Methodius Kossay menyebut kunjungan wapres ke Papua merupakan hal yang biasa. Hanya kebetulan bertepatan dengan waktu pengumuman.

Sebutnya tujuan keadatangan wapres di Papua merupakan tugas dinas untuk meninjau secara langsung dan lebih dekat dengan masyarakat mengenai situasi dan kondisi di Papua.

“Kunjungan Wapres ini merupakan kunjungan perdana sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu. Patut diapresiasi mengingat kondisi Papua yang masih diselimuti kompelksitas persoalan,” kata Methodius dalam keterangan tertulisnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

8 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

9 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

10 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

11 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

12 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

13 hours ago