Categories: BERITA UTAMA

Panglima TNI: Maka Oprasi Kami Ubah Menjadi Operasi Siaga Tempur Darat

JAYAPURA – Panglima TNI, Yudo Margono meminta untuk pasukannya yang ditempatkan di Papua khususnya yang sedang menjalankan operasi pencarian pilot Susi Air untuk tidak lagi memberikan toleransi kepada kelompok TPN OPM. Pasalnya dengan gerakan dan aksi yang dilakukan selama ini maka sudah sepantasnya seluruh prajurit membangkitkan naluri tempur.

Ini sesuai hasil evaluasi yang dilakukan bersama Kasad TNI AD, Pangkostrad DAN Danjen Kopasus terkait operasi yang sedang berjalan saat ini. Jika sebelumnya masih dilakukan lewat pola soft approuch maka kali ini ia meminta dirubah ke siaga tempur. Yang artinya seluruh prajurit dalam operasi harus siap bertempur.

“Penegakan hukum akan terus dilakukan dan sebelumnya dijalankan dengan operasi penegakan hukum soft approuch tapi karena situasinya seperti ini maka kami ubah menjadi operasi siaga tempur. Jika di Natuna dulu ada operasi siaga tempur laut maka disini ada siaga tempur darat,” kata Yudo Margono dalam press con di Lanud Yohanis Kapiau, Timika, Selasa (18/4)

Kedatangan panglima TNI ke Timika untuk mengecek langsung informasi kejadian yang terjadi di Mugi Kom, Kabupaten Nduga. Ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar.

“Saya sudah mendapatkan data yang akurat dimana dari 36 prajurit yang melaksanakan patrol mencari pilot Susi Air ternyata di jalan kami dihadang dan terjadi kontak tembak. Dari kontak tembak ini ada 1 yang tertembak yaitu Pratu Miftahul Arifin dan saat dilaksanakan evakuasi kami kembali diserang,” beber Yudo.

Jadi saat itu selain mengamankan diri ada juga yang mempertahankan diri sehingga ada 4 orang yang tertembak namun selamat. Dan saat dilakukan proses evakuasi ada yang jatuh di jurang dan belum berhasil dievak karena cuaca hujan tapi kami prioritaskan mereka yang luka dan sudah kami terima untuk dibawa ke rumah sakit. “Ini agar menjadi jelas sesuai dengan data di lapangan,” tegasnya.

Disini Panglima tak menampik bahwa saat itu pasukannya sedang menuju ke Distrik Mugi namun di tengah jalan dihadang dan terjadi kontak tembak. Disini panglima juga menegaskan bahwa taka da penambahan pasukan, yang ada adalah pergantian pasukan. “Ada yang sudah 1 tahun lebih itu yang kami ganti jadi bukan penambahan,” tutupnya. (ade)

newsportal

Recent Posts

Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga

Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…

6 hours ago

Wamendagri Ribka Haluk Ingatkan Papua Selatan Hindari Silpa Dana Otsus

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…

6 hours ago

Dinilai Tidak Transparan, Ajak Masyarakat Papua Bergerak

  Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…

7 hours ago

Tinjau Wilayah Operasi di Papua, Astamaops Kapolri  Tekankan Pendekatan Humanis

Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…

7 hours ago

KPK dan Kejati Papua Perkuat Sinergi Cegah Korupsi

   Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…

8 hours ago

Jaga Biosekuriti, Karantina Papua Tengah Awasi Pengeluaran 604 Ton CPO ke Surabaya

Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…

8 hours ago