Categories: BERITA UTAMA

Tak Terima Kematian Pasca Operasi, Keluarga Seruduk Rumah Sakit

JAYAPURA-RSUD Jayapura, Sabtu (16/4) kemarin mendadak ramai. Ini lantaran ada pihak keluarga tak terima ada pasien yang ditangani akhirnya meninggal pasca operasi. Sontak saja, dokter yang menangani pasien tersebut langsung diserbu keluarga pasien dan menganggap dokter ini lalai serta tak profesional. Mereka menuntut dokter ini diproses hukum.

“Kami sempat membawa pasien atas nama Riko ini dirujuk karena sakit tumor dan selama beberapa hari di RSUD Dok II ternyata ia tidak ditangani bahkan kami telepon – telepon dokternya malah dokternya datang dengan marah – marah,” beber Roni Elopere, keluarga pasien sesaat setelah melakukan protes ke pihak rumah sakit dan dokter, Sabtu (16/4).

Ia menjelaskan bahwa pasien Riko ini dirujuk sejak tanggal 9 April namun baru ditangani dokter pada tanggal 16 April. Itupun menurutnya setelah didesak, ditelepon oleh suster.

“Dokter ini sempat marah suster namun suster menyatakan bukan ranahnya. Lalu dalam tindakan pihak keluarga sempat mendengar pernyataan bahwa dokter tidak melakukan tindakan operasi akan tetapi nyatanya ada bekas sayatan yang cukup lebar di sebelah sayatan pertama dan kami yakin itu tindakan operasi,” ujarnya Roni.

Tak hanya itu menurut Elopere tulang rusuk pasien juga ada yang patah. “Jadi awalnya kami tanyakan ke dokternya dan dikatakan tidak dilakukan operasi tapi nyatanya ada luka bekas operasi dan akhirnya dokternya mengaku sempat melakukan operasi makanya itu yang membuat kami emosi. Kami curiga ada mal praktek yang dilakukan sehingga direktur rumah sakit untuk mengecek dokter ini,” jelasnya.

Tak hanya tindakan medis yang diambil, Roni juga menyinggung terkait ketersediaan stok darah. “Setahu kami kalau stok darah tersedia barulah dilakukan operasi. Nah ini stok tidak ada tapi dokter tetap melakukan operasi. Lainnya adalah sebelum dilakukan operasi, trombosit pasien juga lemah tapi dipaksakan dilakukan tindakan operasi padahal seharusnya ini dinormalkan dulu. Kami punya catatan semuanya,” bebernya.

Ia mempersilakan dokter dan rumah sakit berargumen tapi pihaknya akan tetap mengajukan gugatan hukum. “Ada polisi yang mendengar pengakuan pertama yang menyampaikan tidak operasi namun akhirnya mengaku melakukan operasi jadi kami tidak terima dengan hal ini,” tutupnya. (ade/fia/nat)

 

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

8 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

10 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

11 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

12 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

13 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

14 hours ago