Categories: BERITA UTAMA

Serangan Udara di Nduga Picu Pengungsian Warga

Atas peristiwa tersebut, YKKMP mendesak presiden segera menarik pasukan dari Distrik Gearek, karena telah menciderai hari HAM Sedunia. Masyarakat yang mengungsi untuk segera dikembalikan, sehingga mereka melakukan aktivitas seperti biasanya.

“Dengan adanya penyerangan tersebut, kami mengusulkan PBB untuk segera mengevaluasi kebijakan pemerintah Indonesia terkait penyerangan yang dilakukan di Distrik Gearek, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan,” pungkasnya.

Seorang pemuda asal Nduga, Pale Gwijangge, menyampaikan keprihatinannya terkait operasi militer yang terjadi di Distrik Gearek dan Distrik Pasir Putih, Nduga. Operasi tersebut dilaporkan bertepatan dengan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia dan terjadi menjelang perayaan Natal, sehingga memicu kekhawatiran akan keselamatan warga sipil. Gelombang pengungsian pun dilaporkan terjadi pasca peristiwa tersebut.

Berdasarkan informasi sementara, sebagian warga dari Kali Merah telah mengungsi ke Pasir Putih dan bergerak menuju ke Kampung Tomor, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Sementara, sejumlah kampung lainnya belum terpantau. Kemudian, warga pengungsi dari Distrik Gearek dan Pasir Putih tiba di Kampung Tomor, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Mereka dikabarkan akan melanjutkan perjalanan lagi ke Distrik Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.

Pale kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat. “Masyarakat melaksanakan Natal di hutan dalam keadaan mengungsi, dalam keadaan ketakutan, trauma yang berkepanjangan,” kata Pale saat diwawancarai Cenderawasih Pos, Minggu, 14 Desember 2025 malam. Pale mempertanyakan waktu dan metode operasi yang menurutnya tidak mengutamakan kondisi sosial dan keagamaan yang dianut masyarakat setempat.

“Ada banyak waktu yang negara bisa gunakan untuk operasi militer. Kenapa harus bulan Desember? Ini sangat disayangkan,” ungkap Pale.

Menurut Pale, gelombang pengungsian yang berkepanjangan bisa mengganggu ekonomi warga dan pasca ini masyarakat akan hidup namun dengan kecemasan. Ia meminta pemerintah Nduga bersama DPRK dan aparat setempat segera turun tangan mendata, mengevakuasi, dan memfasilitasi warga yang mengungsi.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Recent Posts

Mengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label WarnaMengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label Warna

Mengandung Gula, Garam, dan Lemak, MK Wajibkan Pakai Label Warna

Dalam putusannya, MK mewajibkan adanya informasi yang jelas dan benar mengenai label warna serta simbol…

19 hours ago

Kemendikdasmen Buka Kuota Guru CPNS Tahun 2027

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani sebelumnya menjelaskan, pemenuhan ratusan…

1 day ago

Papua Utara Akan Genapi Tujuh Wilayah Adat

Anggota Komisi II DPRP dari Daerah Pemilihan (Dapil) Biak Numfor dan Supiori, Johanes Wakum, menyatakan…

1 day ago

Muller Korban Kedua Persipura?

Jika betul tak masuk skema Persipura maka bisa dibilang Muller adalah orang kedua yang didepak…

1 day ago

Dari Beban Belanja Perlu Diperhatikan hingga Seberapa Dekat Papua dengan Masa Depan Pasifik

Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Cenderawasih, Yakobus Richard, mengatakan evaluasi terhadap kinerja kepala…

1 day ago

Kejati Papua akan Periksa Mantan Sekwan

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menelusuri penggunaan anggaran perjalanan dinas yang selama periode tersebut mencapai Rp44,23…

1 day ago