”MBG seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Bahan baku makanan dapat diserap dari petani, nelayan, peternak, UMKM, dan Orang Asli Papua (OAP) selama memenuhi standar higienis. Ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Papua,” terangnya.
Sebagai penutup, Methodius berharap kasus 14 SPPG ini menjadi early warning system bagi perbaikan tata kelola MBG secara menyeluruh di Tanah Papua. ”Pengelolaan makanan dalam MBG menggunakan sumber daya negara dan menyangkut keselamatan jiwa. Ini bukan sekadar aktivitas dapur biasa, melainkan pelayanan publik yang berkonsekuensi hukum dan kemanusiaan,” pungkasnya. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota menangkap dua pemuda berinisial J.W (18) M.P (18)…
Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan progres pembangunan kantor Gubernur Papua…
Asep mengatakan, dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…
Kepala Puskesmas Rimba Jaya, Iriani Winoto, mengatakan keputusan untuk belum kembali ke gedung utama puskesmas…
Para anggota Paskibraka yang dipercaya mengemban tugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara 17…