Korban berinisial OK yang terbaring di rumah sakit ketika masih menjalani perawatan, Sabtu (15/7). Polisi masih menyelidiki pelaku yang disebut OTK. (Humas Polda)
JAYAPURA – Aksi teror yang disertai dengan kekerasan kembali terjadi. Jika sebelumnya seorang tukang ojek di Nabire bernama Ripin tewas dengan 23 tusukan, kini seorang pedagang yang jadi korban. Pelakunya masih juga sama yakni orang tak dikenal alias belum diketahui identitasnya.
Pedagang yang menjadi korban berinisial OK (40) dan Polisi sengaja menginisialkan identitas korban untuk keamanan. Korban dibacok di depan kisonya di kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah pada Sabtu (15/7).
Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani membenarkan kejadian tersebut dan hingga kini pelakunya masih dalam penyelidika n.
“Pelaku adalah OTK yang menggunakan parang dan melakukan pembacokan terhadap Korban OK (40) tepatnya di depan kios milik korban. Akibat dari tebasan parang tersebut, korban mengalami luka pada leher belakang kurang lebih 10 Cm,” tutur Ka Ops Damai Cartenz.
Lanjutnya, ada 3 orang saksi mata yang melihat kejadian tersebut yaitu, RH (28), EM (25) dan KS (20).
Dan dari hasil pemeriksaan saksi yang berada di TKP menjelasakan bahwa, sekitar pukul 06.10 WIT, datang seorang OTK ke kios korban untuk membeli gula kopi dan Biskuit Gabin.
Ini kemudian dilayani oleh saksi R. Setelah menerima barang belanjaannya OTK tersebut masih berdiri di depan pintu kios kemudian datang korban OK pemilik kios untuk mengangkat barang kiosnya. Saat itu juga tiba-tiba OK dibacok menggunakan parang pada leher bagian belakang dan seketika itu juga pelaku langsung melarikan diri.
“Korban saat ini sudah berada di Puskesmas Yokatapa dan rencananya akan dirujuk ke Timika untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Faisal.
Terkait ini ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah mengambil tindakan kepolisian dengan mendatangi TKP kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban serta membuat laporan Polisi dan melakukan penyelidikan.
‘’Masih kami telusuri, doakan semoga bisa segera terungkap,’’ tutup Faisal. (ade/wen)
Gubernur Papua, Matius D Fakhiri mengatakan, pembayaran TPP tersebut telah disiapkan dan anggarannya dipastikan…
Ketua Komisi D DPRK Kota Jayapura, Deli L. Watak, menegaskan penanganan pascakebakaran tidak boleh…
Jadi aparat mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya kelompok Batalyon Eden…
Bayangkan saja jika satu kota dilanda cuaca ekstrim seperti hujan es selama berbulan-bulan dan tak…
Direktur Sepakbola Persipura, Alfredo Vera, menegaskan bahwa siapapun yang datang menukangi Persipura pasti memiliki beban.…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan saat ini terdapat sekitar 10 titik CCTV yang…