Febriel juga menegaskan, adanya ancaman dari kelompok tertentu tidak akan menjadi alasan bagi pemerintah maupun aparat keamanan untuk menghentikan kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI di Papua. Menurutnya, pengamanan tetap dilakukan sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab aparat, terlepas dari ada atau tidaknya ancaman.
“Itu bukan menjadi dasar kita untuk kemudian tidak melakukan kegiatan. Kita tidak tahu itu organisasi apa. Jadi silakan saja itu menjadi berita, tetapi yang jelas kegiatan pengamanan tetap dilakukan karena memang kita punya kewajiban dan kami pastikan TNI tidak akan gentar dengan ancaman TPNPB-OPM,” tegasnya.
Terkait pengamanan di daerah yang dianggap rawan, Pangdam menyebut telah dilakukan koordinasi dengan unsur operasi TNI. Bahkan, terdapat pergeseran pasukan ke sejumlah wilayah untuk memperkuat kesiapsiagaan. “Kita berkoordinasi dengan Ops TNI. Ada beberapa pergeseran pasukan di sana,” pungkasnya. (rel/adr)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Upacara penurunan bendera menjadi momen penting sekaligus penuh makna. Bukan sekadar mengakhiri rangkaian seremoni peringatan…
Terkait pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, Theos mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus terus…
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKD) Kota Jayapura, Dessy Wanggai, mengatakan DAU…
Susana jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 81 di Papua terlihat semarak. Meski dengan…
Dikatakan, momentum perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kabupaten Biak Numfor sangat Istimewa karena baru…
Di tengah semangat memperingati kemerdekaan, seluruh peserta upacara diajak mengheningkan cipta dan berdoa bagi…