

Wakapolresta Jayapura, AKBP Deni Herdiyana memimpin anggotanya membubarkan para pendemo di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Waena, Selasa (15/8) kemarin. (FOTO:humas polresta)
JAYAPURA– Aksi unjuk rasa yang dilakukan sekelompok pemuda dari KNPB yang menolak New York Agreement 1969 di sejumlah titik di Jayapura berakhir ricuh.
Polisi melakukan penegakan hukum terukur dengan membubarkan peserta demo. Yang terlihat pertama di Jalan Biak Abepura disini dibubarkan oleh personel Polresta Jayapura Kota bersama jajaran dibackup oleh Polda Papua dan Brimob Polda Papua selaku pengamanan jalannya rencana aksi.
Itu dilakukan lantaran dianggap mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan warga sekitarnya.
“Sudah kami himbau untuk massa aksi difasilitasi ke DPRP menyampaikan aspirasinya, namun mereka ngotot untuk turun ke jalan lakukan long march, beragam pemahaman kami sudah sampaikan untuk dapat dimengerti secara berulangkali namun mereka tetap memaksa, sesuai SOP yang ada kami bubarkan dengan menggunakan water canon,” ungkap Wakapolresta Jayapura Kota AKBP Deni Herdiana saat ditemui di Jalan Biak Abepura, Selasa (15/8) siang.
AKBP Deni menegaskan bahwa sesuai perintah pimpinan bahwa tak ada namanya long march di Kota Jayapura dan polisi memastikan tidak akan pernah mengijinkan. Aksi khusus wilayah Abepura dan Waena ini terlihat dilakukan di tiga titik yakni di Lapangan Zakeus Padang Bulan, di Uncen Bawah dan Jl Biak Abepura.
“Di Uncen Bawah kami berikan kesempatan untuk membacakan aspirasinya di tempat dan di Jalan Biak Abepura yang terpaksa harus dibubarkan karena memaksa untuk long march,”tegas Deni.
Dikatakan kelompok yang melakukan unjuk rasa merupakan kelompok yang berseberangan dengan NKRI, dimana KNPB kerap kali dari setiap aksinya selalu mengganggu kelancaran Kamtibmas atau kepentingan umum sehingga tidak ada ruang yang diberikan.
Lebih lanjut kata AKBP Deni, Polri hadir untuk berikan pelayanan kepada seluruh elemen masyarakat, apabila ada warga yang merasa terganggu atau mengganggu kelancaran Kamtibmas tentunya Polri pasti hadir.
“Akhirnya para massa aksi sepakat untuk dikumpulkan menjadi satu di Lapangan Zakeus untuk membacakan pernyataan sikap mereka, usai melakukannya, para massa aksi pun membubarkan diri dengan tertib ke rumah masing-masing,” tambah AKBP Deni.
Wakapolresta menambahkan situasi wilayah Kota Jayapura hingga saat ini masih tetap aman terkendali, masyarakat tetap beraktifitas normal seperti biasanya. “Situasi Kamtibmas secara keseluruhan hingga kini tetap aman terkendali di Kota Jayapura, dan itu semua berkat dukungan seluruh elemen masyarakat juga,” tutupnya.(ade/wen)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…