Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.Aresty Gunar Tunarga dikenal sebagai sosok cerdas dan berpendidikan. Perempuan kelahiran Blitar, Jawa Timur, itu merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang, sekolah menengah bergengsi yang banyak melahirkan tokoh nasional.
Ia menikah dengan seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan sempat tinggal di Jakarta sebelum pindah ke Manokwari pada Agustus 2025, mengikuti penugasan suaminya di Kantor Pelayanan Pajak Pratama (KPP) Manokwari.
Menurut pamannya, Supriyono, Aresty dikenal pendiam dan gemar membantu lingkungan sekitar. “Dia baru tiga bulan di Manokwari. Kami sama sekali tidak menyangka peristiwa ini terjadi,” tuturnya di rumah duka di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Blitar.
Jenazah Aresty sudah dipulangkan ke Blitar dan dimakamkan di pemakaman keluarga pada Rabu (12/11). Suasana duka menyelimuti keluarga besar korban. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…
Bila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit,…
Gubernur Apolo datang bersama Kepala Balai Binamarga Merauke, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan dan Jembatan…