Jokowi mengingatkan, tantangan ke depan semakin berat. Indonesia butuh pemimpin yang punya visi taktis dan jelas. Memiliki keberanian. Berani ambil risiko. Punya nyali dan berani menghadapi tekanan negara besar. Rakyat butuh pemimpin yang tak banyak bicara, tetapi yang banyak kerja.


Sementara itu, mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) mengimbau rakyat untuk jeli memilih presiden dan wakil presiden. Menurut dia, presiden dan wakilnya harus memiliki kualitas yang sama. “Ini yang kadang-kadang dilihat salah, bahwa Wapres adalah ban serep. Iya benar, Wapres cadangan jika ada presidennya,” ungkap mantan pendamping Jokowi dan SBY itu.
Tapi, jika presiden tiba-tiba ada halangan, maka wakil presiden akan naik menjadi presiden. Jadi, presiden dan wakilnya harus sama kualitasnya, sama kemampuannya. “Sudah ada bukti waktu Gus Dur mundur dan Bu Megawati yang gantikan jadi presiden,” tuturnya.
“Ini adalah negara besar. Bukan kayak Burma atau yang lain. Ini 270 juta orang, negara besar keempat di dunia. Jika salah memilih, itu bermasalah kita,” tegasnya. (tyo/wan/gal/ata/c18/oni)
Page: 1 2
Para Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Tanah Papua melakukan Forum Koordinasi Strategi Percepatan Pembangunan. Pertemuan ini…
Gubernur Papua Matius D Fakhiri meminta masyarakat adat dilibatkan dalam pengelolaan saham PT Papua Divestasi…
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Menurutnya, implementasi Otsus harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua melalui program-program yang menyentuh…
Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…
Menurut Abisai, hingga saat ini sudah banyak program dan kebijakan yang dijalankan dalam rangka implementasi…