Categories: BERITA UTAMA

Pencarian Diperluas di Tiga Kabupaten

JAYAPURA – Upaya pencarian pilot Susi Air Philip Mehrtens yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya hingga Selasa (14/3) masih terus dilakukan. Dengan medan yang melintasi banyak gunung serta lembah ditambah dengan jaringan komunikasi yang terbatas dirasa tidak mudah untuk segera menemukan sang pilot.

Meski demikian upaya pencarian terus dilakukan dan tim gabungan masih di lokasi untuk menyisir berbagai lokasi. Areal pencarian juga tidak lagi hanya dilakukan di daerah Nduga saja melainkan sudah melebar ke tiga kabupaten yakni Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanny Jaya, hingga Kabupaten Jayawijaya.

“Lokasinya sudah kami perlebar. Mulai dari Nduga melebar ke Lanny hingga Wamena,” kata Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri di Mapolda Papua, Koya Koso, Selasa (14/3) kemarin.

Disini Kapolda juga meminta agar jangan ada yang mengaitkan proses pencarian dengan lama waktu pencarian mengingat semua upaya akan dilakukan dan apakah cepat atau lambat nantinya tergantung perkembangan di lapangan.

“Sekali lagi jangan lihat berapa lama sebab dulu di Tembagapura lokasinya sangat dekat tapi membutuhkan waktu satu bulan lebih. Ini belum lagi dengan isu pengungsi yang dimainkan dan seolah – olah beban ini hanya dipikul oleh TNI Polri,” tegas Kapolda.

Ia menyatakan bahwa prinsip dalam penyelamatan sandera adalah mengedepankan komunikasi dan persuasif sehingga dampak dari penyelamatan sandera ini tidak berimpact pada yang lain.

“Saya tidak mau nanti ada masyarakat yang menganggap seolah – olah masyarakat ketakutan sehingga keluar dari kampungnya. Lihat kasus yang di Wamena tahun 2019 saja sudah direkayasa.Foto – fotonya dinaikkan lagi seolah – olah kejadian baru akibat pencarian ini,” bebernya.

  Yang jelas kata Kapolda pihaknya masih berupaya maksimal   untuk mengedepankan langkah komunikasi terkecuali  pilihan yang tersisa adalah pilihan terakhir yakni  tegas dan terukur.

Disinggung soal video terakhir dimana sang pilot menggunakan pakaian yang layak terlihat ada sosok yang memotret kata Kapolda hal tersebut juga menjadi bagian yang diamati oleh pihak kepolisian termasuk mencaritahu siapa saja pihak yang masuk  menemui kelompok KKB ini.

“Soal statemen pilot yang diberikan baju, diberi pakaian hangat, makanan dan obat – obatan kami pikir ini bagian dari strategi KKB  jadi jangan mau terbawa oleh KKB. Itu untuk jualan mereka di luar seolah – olah kami kami tidak melakukan apa – apa,” cecarnya.

Sementara  terkait beberapa statemen dari Jubir TPN PB, Sebby Sembom nampaknya Kapolda sudah tidak terlalu peduli pernyataan pria satu ini. “Sebby itu siapa? silahkan datang dan berbicara di Papua, jangan berita Papua ia gunakan untuk kekpentingan dia sendiri sebab kasihan saudara – saudara yang lain. Ia mengutip berita dari mana kemudian menjual kemana. Itu semua agar dia bisa kenyang,” tegas Kapolda. (ade)

newsportal

Recent Posts

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

2 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

8 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

9 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

10 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

15 hours ago

Bahlil Klaim Indonesia Peringkat Kedua Negara dengan Ketahanan Energi Terbaik di Dunia

Prestasi tersebut berdasarkan laporan Eye on the Market yang dikeluarkan oleh JP Morgan Asset Management.…

15 hours ago