“Kita perlu lebih fair dan terbuka. Papua jangan dikotak – kotak sebab kita menolak politik identitas namun secara tidak langsung kita sedang menerapkannya,”sindirnya.
Selain itu ia juga meminta KPU lebih mensosialisasikan event Pemilu pada 2024 mendatang. Pasalnya ia melihat masyarakat akar rumput tidak semua tahu soal agenda akbar ini.
“Kami khawatir tidak semua akan datang ke TPS yang akhirnya TPS kosong kemudian menyisakan banyak suara kosong dan ini rawan. Saya berharap KPU mencermati itu,” tegasnya.
Apa yang disampaikan Kenius diiyakan oleh Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri. “Saya pikir yang disampaikan itu betul. Tidak boleh alergi dan siapa yang mau memimpin dengan hati itu diberi ruang,” singkat Kapolda. (ade/wen)
Page: 1 2
Pengadilan Militer III-19 Jayapura sebagai salah satu penyelenggara peradilan di tingkat pertama mempunyai tugas untuk…
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH, didampingi Kepala Seksi Pemulihan Aset Arief…
Saat ini, Pemerintah Kota Jayapura telah melantik sebanyak 26 pimpinan OPD sebagai pejabat definitif. Namun…
Plt Kepala PELNI Cabang Merauke Sandi mengungkapkan, KM Tatamailau yang tiba dan sandar di Dermaga…
Untuk itu, Rustan Saru meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jayapura agar segera melakukan evaluasi menyeluruh…
Ketua Panitia Pelaksana Soleman Jambormias didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Panitia kepada wartawan mengungkapkan, Sidang…