“Kita perlu lebih fair dan terbuka. Papua jangan dikotak – kotak sebab kita menolak politik identitas namun secara tidak langsung kita sedang menerapkannya,”sindirnya.
Selain itu ia juga meminta KPU lebih mensosialisasikan event Pemilu pada 2024 mendatang. Pasalnya ia melihat masyarakat akar rumput tidak semua tahu soal agenda akbar ini.
“Kami khawatir tidak semua akan datang ke TPS yang akhirnya TPS kosong kemudian menyisakan banyak suara kosong dan ini rawan. Saya berharap KPU mencermati itu,” tegasnya.
Apa yang disampaikan Kenius diiyakan oleh Kapolda Papua, Irjend Pol Mathius Fakhiri. “Saya pikir yang disampaikan itu betul. Tidak boleh alergi dan siapa yang mau memimpin dengan hati itu diberi ruang,” singkat Kapolda. (ade/wen)
Page: 1 2
Bila banjir di tempat lain, bisa langsung surut seiring dengan berhentinya curah hujan dari langit,…
Gubernur Apolo datang bersama Kepala Balai Binamarga Merauke, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Jalan dan Jembatan…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjaga dan melestarikan dusun…
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah resmi menerbitkan Surat Perintah (Sprint) Pengawasan guna mengawal rantai pasok…
Ia menambahkan kemistri tim baru terlihat pada paruh kedua kompetisi. Wilson juga menyoroti kebijakan transfer…
Rakor tersebut mengusung tema “Penguatan Penyediaan Data Orang Asli Papua Guna Mendukung Implementasi Undang-Undang (UU)…