Categories: BERITA UTAMA

MRP Disarankan Menarik Maklumat Nomor 5

Marinus Yaung

JAYAPURA–Majelis Rakyat Papua (MRP) nampaknya masih enggan memperbaiki maklumat yang dikeluarkan merespon kejadian ujaran Rasis yang dilakukan oknum warga di Surabaya. Maklumat nomor 5/MRP/2019 ini berisi imbauan untuk kembali ke tanah Papua untuk melanjutkan studinya bila tak ada jaminan keamanan  dan kenyamanan dari pemerintah daerah. 

Namun meski saat ini baik Pemda maupun aparat keamanan telah menyatakan siap dan memastikan jaminan keamanan ternyata maklumat ini tak ditarik. Padahal ada juga yang menganggap bahwa maklumat yang sempat dipalsukan ini adalah satu biang kembalinya mahasiswa Papua ke Tanah  Papua pasca  kejadian ujaran rasis

Pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung justru berharap MRP menarik maklumatnya karena bisa menjadi pemicu atau alasan mahasiswa untuk kembali sebab bila mahasiswa kembali otomatis lembaga ini wajib ikut bertanggungjawab.

 “Maklumat MRP yang keluar kemarin adalah maklumat  emosional. Maklumat yang tidak berpikir panjang. Maklumat yang tidak berpikir risiko dalam kebijakan publik sehingga maklumat MRP yang ada saat ini itu maklumat provokator. Maklumat yang bukan menyejukkan situasi tetapi justru memperpanjang persoalan. Maklumat ini harus ditinjau kembali,” ungkap Yaung melalui ponselnya Jumat (13/9). 

 Ia menyarankan agar MRP jangan masuk di wilayah seperti ini. MRP sebaiknya hanya berbicara kultur  dan jangan ke politik sebab ini sudah politik. Bila MRP masuk dalam situasi ini maka MRP sudah masuk dalam agenda politik kelompok-kelompok yang ingin memisahkan Papua dari NKRI. “Ini catatan saya, silahkan dipikirkan,” tegasnya. 

Sementara Ketua MRP, Timotius Murib kepada wartawan menyampaikan bahwa Maklumat keluar melalui proses dan mekanisme yang berlaku kemarin. Ini tak serta merta dan tak ada tekanan. “Ini sungguh-sungguh kesepakatan 50 anggota MRP menyikapi satu situasi yang mengancam kehidupan anak-anak di kota studi sehingga MRP mengeluarkan satu stamen untuk mereka tenang. Semua pihak  harus membaca maklumat ini utuh, jangan sepotong-sepotong sebab disitu konkrit agar mengerti maksud MRP,” tegas Timotius. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Seorang Nelayan Ditemukan Tewas di Bawah Dermaga Poumako

Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…

11 hours ago

Sebagian Dokter Spesialis RSUD Merauke Pilih Mogok

Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…

13 hours ago

Hari Ketiga Pencarian Korban Jembatan Putus Belum Membuahkan Hasil

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…

14 hours ago

Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua Kunjungi Kab. Yalimo

Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …

15 hours ago

PK-HAM Papua Minta Negara Harus Hadir Untuk Cegah Konflik dan Perlindungan Warga Sipil

Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…

16 hours ago

Bentuk Program Ketahanan Pangan Berbasis Lokal Wabub Jayawijaya Panen Ikan Di Silokarno Doga

Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…

17 hours ago