

JAYAPURA- Menyikapi respon pemerintah dan masyarakat Kota Jayapura terkait pembokaran trotoar di depan kantor Gubernur Papua, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Papua, Girius One Yoman, meminta untuk tidak memberikan penilaian terlalu cepat
Pasalnya, proyek yang dilakukan tersebut sudah direncanakan sesuai dengan mekanisme yang belaku, serta masuk dalam program yang disusun sejak awal tahun anggaran ini. Bahkan menurut Yoman, dalam perencanaan yang dilakukan, Pemerintah Kota Jayapura turut diundang dalam pertemuan yang dilakukan, namun tak hadir.
“Teman-teman dari Pemkot kami undang untuk pertemuan tapi mereka tidak datang. Pada prinsipnya kami mau maju. Artinya, selamatkan pohon, tapi harus selamatkan nyawa orang lewat situ juga (pengguna jalan, Red). Makanya, kita ingin menata lebih baik, bukan seperti yang selama ini,” ujar Girius One Yoman kepada Cenderawasih Pos, Jumat (11/10) kemarin.
Ditanya soal lama pengerjaan proyek, Yoman mengatakan bahwa sesuai dengan kontrak, maka proyek tersebut akan dikebut dalam 2 bulan, sehingga sebelum Desember atau akhir tahun ini sudah rampung dikerjakan.
“Inipun menyangkut kewibawaan Kantor Gubernur, sehingga perlu kami ubah total. Termasuk pelebaran jalan dan juga penataan trotoar. Ini proyek 2 bulan sesuai dengan kontrak, sehingga ke depannya jadi lebih bagus,” tambahnya. (gr/nat)
Setelah liburan panjang dan penerimaan murid baru, aktifitas anak-anak sekolah kembali ramai. Arus lalu lintas…
Menurut Abisai, perjudian bukan sekadar aktivitas yang melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu…
Korban diketahui bernama Jhon S. Wanimbo (26), warga Jalan Buper Waena, Distrik Heram. Korban menghembuskan…
Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…
Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…